Manusia Topeng dari Afrika
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Manusia Topeng dari Afrika

Afif Farhan - detikTravel
Selasa, 16 Feb 2016 12:09 WIB
Manusia Topeng dari Afrika
Wongoo, topeng di Burkina Faso (Selim Harbi/CNN Travel)
Ouagadougou - Masih banyak yang belum traveler tahu tentang Afrika. Salah satunya adalah manusia topeng di Burkina Faso, yang topengnya melambangkan kemistisan, energi, perasaan dan simbol-simbol kehidupan bagi para pemakainya.

Dilansir detikTravel dari CNN Travel, Selasa (16/2/2016) seorang fotografer bernama Selim Harbi, menceritakan perjalanannya ke negara Burkina Faso di Afrika Barat. Di sana, dia bertemu suku Mossi yang punya tradisi unik yakni menggenakan topeng sehari-hari.


Pria suku Mossi yang menggenakan topeng (Selim Harbi/CNN Travel)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tradisi tersebut sudah ada sejak zaman dulu. Beda orang, beda pula topengnya yang berarti tidak ada topeng yang sama. Topengnya terbuat dari kayu dengan bentuk muka seperti manusia, lengkap dengan bentuk hidung dan mata. Walaupun, terlihat abstrak.

Suku Mossi dari anak-anak sampai orang tua menggenakan topeng tersebut, yang mereka sebut dengan nama Woongo. Sejarah menjelaskan, topengnya melambangkan suatu perasaan, energi dan simbol-simbol kehidupan suku Mossi. Tak lepas, ada unsur-unsur mistisnya juga yang semacam memberikan 'kekuatan'.

Suku Mossi sendiri adalah suku terbesar di Burkina Faso. Populasinya mencapai 7 juta lebih, yang berarti nyaris 40 persen penduduk Burkina Faso adalah suku Mossi.


Tidak ada topeng yang bentuknya sama, semua berbeda (Selim Harbi/CNN Travel)

Menurut Selim, ketika dirinya meminta orang-orang suku Mossi, mereka ternyata menyambut dengan tangan terbuka. Kalau begitu, artinya turis-turis yang melancong ke Burkina Faso bisa juga untuk berpotret bersama mereka.

"Ini lebih dari sekedar topeng, tapi ini adalah simbol. Topeng ini memberikan makna, mencermikan budaya dan status sosial. Topeng ini adalah sesuatu yang berbeda dari Afrika," ujar Selim yang menghabiskan waktu 9 bulan bertualang di Afrika Barat.

(aff/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads