Sensoji Asakusa, Kuil Megah Incaran Turis di Tokyo

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Laporan dari Jepang

Sensoji Asakusa, Kuil Megah Incaran Turis di Tokyo

Ari Saputra - detikTravel
Jumat, 04 Mar 2016 13:10 WIB
(Ari Saputra/detikTravel)
Tokyo - Jika ada satu kuil yang wajib didatangi di Tokyo, maka itulah Kuil Sensoji Asakusa. Megah bangunan dan suasananya membuat siapapun terpana.

Seperti 2 tahun lalu saat saya ke tempat ini, aura kemegahan kuil Sensoji masih terpapar kuat sejak gerbang utama. Tidak ada yang berkurang dan selalu membuat mata bergetar persis saat saya kembali ke Sensoji pekan lalu.

Akhir musim dingin menyisakan udara yang menusuk tulang, 8 derajat Celcius. Baju hangat, topi hangat dan sarung tangan masih belum sukses membuat badan lebih nyaman. Akhirnya saya dan sejumlah turis lain lebih memilih berjalan agak bergegas berharap kalori yang terbakar membuat suhu tubuh naik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


(Ari Saputra/detikTravel)

Yakni beranjak dari gerbang Kaminarimon yang berarti Gerbang Petir menuju gerbang kuil utama yang dinamai Hozomon. Jarak yang menjorok dari jalan raya sejauh 200-an meter tersebut membuat trik ini lumayan berhasil menghangatkan badan.

"Ini adalah kuil Buddha. Tetapi di Jepang, ada dua hal yang menjadi sumber moral utama, Buddha dan Shinto, ajaran asli dari Jepang," kata Oka, pemandu lokal kepada kami saat berkunjung ke Sensoji Temple, Ashakusa, Tokyo.

Jarak bangunan utama menuju kuil dipenuhi oleh pedagang suvenir hingga cemilan yang disebut sebagai Jalan Nakamise Douri. Di sayap kiri dan kanannya terdapat pasar yang menjual berbagai macam oleh-oleh dan kedai makanan.


(Ari Saputra/detikTravel)

Kalau jeli, traveler akan menemukan persewaan baju kimono atau yukata di sela-sela toko itu. Banyak para pelancong yang menyewa baju tradisional Jepang dan mengenakan selama di kawasan kuil.

Tarifnya jika dirupiahkan sekitar Rp 700.000/5 jam. Sehingga siapa saja bisa berkeliling Kota Tokyo, tidak hanya di Kuil Sensoji dan berfoto-foto berlatar huruf kanji atau bangunan khas Jepang yang unik.

Kuil ikonik dengan lampion raksasa di gerbangnya itu dibangun pada masa penyebaran agama Buddha yakni abad ke-7 Masehi. Atau, satu zaman dengan era Sriwijaya di Indonesia.

Konon, kuil tersebut dibangun setelah dua pemancing menemukan Patung Dewi Kwanon di dalam Sungai Sumida yang tidak jauh dari kuil. Berkali-kali patung itu dikembalikan ke dasar sungai namun kembali lagi kepada dua orang pemancing tersebut. Sampai akhirnya dua pemancing dan warga sekitar memutuskan untuk membangun kuil yang diberi nama Sensoji di kawasan Asakusa, tidak jauh dari lokasi penemuan patung Dewi Kwanon.

Saat ini, kuil Sensoji dikawal oleh sejumlah patung dewa. Di pintu gerbang kuil terdapat dua patung dalam kepercayaan Shinto yakni Fujin dan Raijin. Fujin, Dewa Angin, berada di sisi timur gerbang. Sementara Raijin, Dewa Guntur dan Kilat di sisi Barat.


(Ari Saputra/detikTravel)

Patung lainnya berada di balik gerbang. Dewa Buddha Tenryu di timur dan Dewi Kinryu di Barat. Di balik gerbang ini juga dijumpai sandal jerami raksasa yang tergantung di dinding gerbang. Konon, sandal tersebut adalah alas kaki Sang Buddha.

"Saat ini, kuil ini masih populer di Jepang. Kalaupun ada yang menandingi yang berada di Kyoto," imbuh Oka.

Sebagai destinasi utama di Tokyo, tidak ada salahnya menghabiskan 2 hingga 3 jam di kawasan ini. Bisa berkeliling dengan berjalan kaki atau naik becak khas Jepang yang masih ditarik oleh manusia. Kemudian berfoto-foto dan jadilah satu dari belasan juta turis yang mampir ke Sensoji tiap tahunnya.

Seru, bukan?




(shf/shf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads