Berjarak tiga jam dari Osaka, Desa Kitayama di Prefektur Wakayama mungkin bisa jadi destinasi untuk traveler pecinta kegiatan ekstrem. Dilansir detikTravel dari CNN, Senin (14/3/2016) di Desa Kitayama traveler bisa mencoba kegiatan rafting yang unik.
Di balik derasnya arus Sungai Kitayama, tersimpan salah satu wahana kegiatan rafting yang bisa dibilang super ekstrem. Bukan tanpa alasan, di sana traveler bisa mencoba rafting di atas rakit kayu tradisional. Gilanya, kegiatan rafting dilakukan sambil berdiri!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Raftingnya sambil berdiri (Kitayama Village Tourism Center)
Walau ngeri, penduduk lokal yang sudah berpengalaman akan memandu rakit Anda menyusuri sungai. Dengan topi dan pakaian tradisional Jepang, para pemandu ini juga tampak gagah berani tanpa jaket pelampung. Mungkin karena sudah terlalu jago.
Konon kegiatan rafting ekstrem ini terinspirasi dari kegiatan pertambangan kayu Jepang dulu. Di mana batangan kayu disusun di atas rakit dan dibawa menyusuri sungai, tradisi yang dilakukan sekitar 600 tahun lalu di Jepang.
Kalau sedang berkunjung ke Jepang dan tertarik mencoba, wahana rafting ekstrem ini hanya dapat dinikmati pada bulan Mei hingga September saja. Reservasi pun dapat dilakukan sejak 1 April.
Dipandu oleh guide lokal yang berpengalaman (Kitayama Village Tourism Center)
Selain itu, hanya traveler dengan umur 10 tahun ke atas saja yang diperbolehkan naik wahana ekstrem itu. Biayanya adalah 3.000 Yen (Rp 343 ribu) untuk anak-anak, dan 6.000 Yen (Rp 686 ribu) untuk orang dewasa. Bernyali untuk mencoba?
Rafting ekstrem ini bukan satu-satunya di dunia. Indonesia juga punya di Sungai Amandit, Loksado, Kalimantan Selatan. Di sana bahkan lebih ekstrem dari di Jepang, karena memakai batang bambu yang diikat, bukan batang kayu.
Mau tahu sedahsyat apa rafting berdiri versi Indonesia? Baca juga: Rafting Bambu di Sungai, Cuma di Indonesia! (rdy/fay)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah