Seperti Indonesia, Jepang Juga Punya Rafting Ekstrem Sambil Berdiri

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Seperti Indonesia, Jepang Juga Punya Rafting Ekstrem Sambil Berdiri

Johanes Randy Prakoso - detikTravel
Senin, 14 Mar 2016 08:55 WIB
Seperti Indonesia, Jepang Juga Punya Rafting Ekstrem Sambil Berdiri
Foto: Rafting sambil berdiri di Desa Kitayama (Kitayama Village Tourism Center)
Wakayama - Indonesia punya arung jeram ekstrem sambil berdiri di Loksado, Kalimantan Selatan. Rupanya, Jepang juga punya yang semacam itu di Wakayama.

Berjarak tiga jam dari Osaka, Desa Kitayama di Prefektur Wakayama mungkin bisa jadi destinasi untuk traveler pecinta kegiatan ekstrem. Dilansir detikTravel dari CNN, Senin (14/3/2016) di Desa Kitayama traveler bisa mencoba kegiatan rafting yang unik.

Di balik derasnya arus Sungai Kitayama, tersimpan salah satu wahana kegiatan rafting yang bisa dibilang super ekstrem. Bukan tanpa alasan, di sana traveler bisa mencoba rafting di atas rakit kayu tradisional. Gilanya, kegiatan rafting dilakukan sambil berdiri!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jadi traveler diharuskan memakai jaket pelampung dan dipersilakan naik ke atas batangan kayu yang diikat menjadi satu. Di bagian kiri dan kanan rakitnya juga telah dipasang pegangan yang kokoh. Fungsinya adalah untuk pegangan agar Anda tidak terlempar.

Raftingnya sambil berdiri (Kitayama Village Tourism Center)

Walau ngeri, penduduk lokal yang sudah berpengalaman akan memandu rakit Anda menyusuri sungai. Dengan topi dan pakaian tradisional Jepang, para pemandu ini juga tampak gagah berani tanpa jaket pelampung. Mungkin karena sudah terlalu jago.

Konon kegiatan rafting ekstrem ini terinspirasi dari kegiatan pertambangan kayu Jepang dulu. Di mana batangan kayu disusun di atas rakit dan dibawa menyusuri sungai, tradisi yang dilakukan sekitar 600 tahun lalu di Jepang.

Kalau sedang berkunjung ke Jepang dan tertarik mencoba, wahana rafting ekstrem ini hanya dapat dinikmati pada bulan Mei hingga September saja. Reservasi pun dapat dilakukan sejak 1 April.

Dipandu oleh guide lokal yang berpengalaman (Kitayama Village Tourism Center)

Selain itu, hanya traveler dengan umur 10 tahun ke atas saja yang diperbolehkan naik wahana ekstrem itu. Biayanya adalah 3.000 Yen (Rp 343 ribu) untuk anak-anak, dan 6.000 Yen (Rp 686 ribu) untuk orang dewasa. Bernyali untuk mencoba?

Rafting ekstrem ini bukan satu-satunya di dunia. Indonesia juga punya di Sungai Amandit, Loksado, Kalimantan Selatan. Di sana bahkan lebih ekstrem dari di Jepang, karena memakai batang bambu yang diikat, bukan batang kayu.

Mau tahu sedahsyat apa rafting berdiri versi Indonesia? Baca juga: Rafting Bambu di Sungai, Cuma di Indonesia! (rdy/fay)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads