Tumbal Manusia & Pintu ke Neraka Bangsa Maya
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Tumbal Manusia & Pintu ke Neraka Bangsa Maya

Afif Farhan - detikTravel
Jumat, 08 Apr 2016 13:30 WIB
Tumbal Manusia & Pintu ke Neraka Bangsa Maya
Kerangka manusia, tumbal untuk dewa bangsa Maya (Pacz Tours/Benedict Kim)
San Ignacio -

Begitu banyak peninggalan bangsa Maya di Amerika Tengah yang bikin traveler penasaran. Seperti Actun Tunichil Muknal, tempat manusia menjadi tumbal para dewa dan pintu menuju neraka!

Bangsa Maya diyakini hidup dan mencapai masa jayanya pada tahun 250 M hingga 925 M. Mereka menetapi kawasan Semenanjung Yucatan, Amerika Tengah. Kisah-kisah bangsa Maya selalu menarik diperbincangkan seperti bagaimana soal kehidupannya, bangsa yang terhitung sangat maju di zamannya sampai ramalan-ramalan tentang dunia seperti yang heboh adalah ramalan kiamatnya.

Selain itu, peninggalan bangsa Maya seperti kuil dan reruntuhan bangunan kuno pun menarik untuk dikunjungi. Tak hanya di Meksiko saja, peninggalan-peninggalan bangsa Maya tersebut terdapat pula di Guatemala dan Belize.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Belize, yang paling terkenal adalah Actun Tunichil Muknal. Suatu komplek gua yang berada di kawasan Tapir Mountain Nature Reserve dekat Kota San Ignacio. Panjang guanya mencapai 5 km lebih dengan memiliki sungai bawah tanah di dalamnya.


Bagian pintu masuk Actun Tunichil Muknal (Pacz Tours/Benedict Kim)

Dari berbagai informasi yang dirangkum detikTravel, Jumat (8/4/2016) Actun Tunichil Muknal merupakan salah satu tempat paling sakral bagi bangsa Maya. Alasannya ada dua, pertama gua ini adalah tempatnya Dewa Chaac (dewa hujan) dan kedua gua ini memiliki pintu menuju Xibalba (baca: Shee-bal-ba) yakni dunia bawah tanah alias neraka!

Tak heran, terdapat 1.400 artefak kuno seperti tembikar, keramik dan alat-alat upacara adat sebagai media untuk berdoa. Bangsa Maya kerap datang ke sini untuk meminta hujan, jika cuaca panas dan perkebunan kering, kepada Dewa Chaac. Sekaligus, memberikan semacam sesajen di depan Xibalba.


Artefak kuno di dalam Actun Tunichil Muknal (Pacz Tours/Benedict Kim)

Tumbal manusia dan pintu ke neraka

Bukan hanya artefak-artefak kuno saja, tengkorak dan kerangka manusia juga ada di dalam Actun Tunichil Muknal. Tidak di dalam peti, melainkan berserakan di mana saja. Ada yang di celah-celah bebatuan dan ada yanng dalam posisi tergeletak di atas tanah.

Khusus yang posisinya tergeletak di atas tanah, kerangkanya masih utuh. Bahkan di dinding-dinding gua di sekitarnya, terdapat kristal yang berkerlap-kerlip jika dikenai cahaya. Sedangkan yang di celah-celah bebatuan, kebanyakan tinggal tengkorak saja. Oh iya untuk masuk ke sini, harus membuka alas kaki baik sepatu atau sandal.


Kerangka manusia yang jadi tumbal (Pacz Tours/Benedict Kim)

Para arkeolog dan peneliti meyakini, tengkorak dan kerangka manusia di dalam Actun Tunichil Muknal adalah tumbal untuk para dewa. Yang baru diketahui, 7 jasad manusia dewasa dan 7 jasad anak-anak yang menjadi tumbal di sana. Namun para arkeolog percaya, jauh di dalam gua dengan medan yang lebih sulit dan belum dijelajahi, jumlahnya masih sangat banyak!

Khusus yang di dalam gua dan yang dinilai para arkeolog jumlah tengkorak manusianya lebih banyak, adalah untuk Xibalba. Sedikit mengenal Xibalba dalam penjelasan bangsa Maya, Xibalba merupakan neraka dan tempat tinggalnya 12 iblis.

Iblis-iblis itu akan memberikan kematian, penyakit, kelaparan, kemiskinan, peperangan dan masih banyak lagi. Oleh sebab itulah, bangsa Maya melakukan pengorbanan manusia untuk dijadikan tumbal, supaya iblis-iblisnya tidak marah.

Actun Tunichil Muknal pertama kali ditemukan tahun 1989 dan dibuka sebagai tempat wisata pada tahun 1998 oleh pemerintah Belize. Adalah Belize Tourism Board (badan pariwisatanya negara Belize) bersama Belize National Institute of Culture and History dan institut-institut arkeolog, bertugas mengurus tur-tur operator yang menawarkan paket perjalanan ke dalam gua tersebut.

Beberapa tur operator yang menawarkan paket wisata ke sana seperti Cayo Adventure, Pacz Tours dan Caves Branch. Turis akan diajak menjelajahi Actun Tunichil Muknal dan melihat dari dekat tengkorak manusia yang jadi tumbal di sana.

Para pemandu dengan siap akan menceritakan segala hal tentang bangsa Maya. Turis disarankan memakai baju yang nyaman, sebab untuk menjelajahi guanya harus trekking di dalam hutan tropis, melewati sungai dan berenang. Bahkan untuk masuk ke guanya, harus berjalan di air terlebih dulu dan melewati celah bebatuan yang sempit.


Turis yang masuk ke dalam Actun Tunichil Muknal (Pacz Tours/Benedict Kim)

Medan untuk menuju ke Actun Tunichil Muknal cukup berat. Belum lagi, guanya masuk dalam zona gelap abadi yang artinya jika tidak ada cahaya, maka kamu tidak bisa melihat apapun. Ibaratnya begini, kita tidak akan bisa melihat jari kita sendiri masuk ke dalam lubang hidung. 24 Jam gelap gulita siang malam!

Peraturan paling penting, turis harus berjalan dengan memegang pundak teman di depannya dan jangan terpisah dari rombongan. Turis juga tidak diizinkan memasuki gua lebih dalam. Selain faktor keamanan, masyarakat setempat sampai saat ini masih mempercayai, kalau Xibalba memang sungguh ada di jauh di dalam guanya.


Sisa tengkorak manusia yang jasadnya dipersembahkan untuk Xibalba (Caves Branch)

(aff/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads