detikTravel menjelajah Yordania atas undangan Jordan Tourism Board (Badan Pariwisata Yordania) pada 16-23 Mei 2016. Salah satu tempat yang dijelajahi adalah Roman Theatre yang dibangun pada abad ke-2 di masa kepemimpinan Antonius Pius.
Menurut pemandu kami Waleed Heyasat, teater tersebut pada masanya lebih banyak difungsikan sebagai arena untuk memberikan pengumuman pada masyarakat, bukan sebagai arena hiburan. Kapasitas menempati teater tersebut mencapai 6.000 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teater Romawi di tengah Kota Amman (Madin/detikTravel) |
Selain itu, ada pula Citadel. Ini adalah reruntuhan aneka bangunan bersejarah. Ada sumur kuno yang dibangun pada masa 150 SM, benteng bersejarah yang mengelilingi area kompleks Citadel, gua di zaman perunggu yang menjadi tempat kuburan kuno, sampai gereja tua yang dibangun pada era Byzantium.
Di sana masih ada lagi makam kaum muslim kuno, masjid bersejarah, istana sampai ruang pemeriksaan tamu di era Ummayah. Semua situs itu memiliki nilai sejarah tinggi, namun kondisinya ada yang masih bagus, sebagian lagi rusak karena dimakan waktu serta gempa besar di Yordania.
Pilar-pilar reruntuhan Citadel (Madin/detikTravel) |
Salah satu yang terlihat kokoh berdiri ruang pemeriksaan menuju istana Ummayah. Meski sudah ada restorasi di sana-sini, masih banyak komponen asli dari bangunan yang didirikan pada 730 M tersebut.
"Namun untuk masjid dan istananya sudah hancur karena gempa," kata Waleed.
![]() |
Museum Arkeologi Islam (Madin/detikTravel) (mad/fay)












































Teater Romawi di tengah Kota Amman (Madin/detikTravel)
Pilar-pilar reruntuhan Citadel (Madin/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru