Beberapa tempat di dunia memiliki nama-nama yang dinilai aneh. Sebenarnya mungkin bagi orang-orang di sekitar tempatnya, nama tersebut mengandung suatu arti. Namun tetap saja, bagi wisatawan yang datang, sungguh sulit mengucapkannya apalagi sampai menghafalnya.
Seperti suatu bukit di Selandia Baru ini yang bernama Taumatawhakatangihangakoauauotamateaturipukakapikimaungahoronukupokaiwhenuakitanatahu. Dikumpulkan detikTravel dari berbagai sumber, Jumat (27/5/2016) lokasinya berada di Porangahau, North Island.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika dari Kota Wellington, jarak ke sana sekitar 282 km. Dapat ditempuh naik mobil melalui State Highway 1 selama 4 jam. Porangahau memiliki lanskap alam berupa perbukitan dengan bukit yang bernama Taumatawhakatangihangakoauauotamateaturipukakapikimaungahoronukupokaiwhenuakitanatahu, menjadi daya tarik utama untuk turis.
Bahkan untuk sampai ke sana, terdapat beberapa papan penujuk bertuliskan 'Longest Place Name' yang artinya nama tempat terpanjang di dunia. Sesampainya di sana, suatu papan dengan nama bukit tersebut yang memiliki 85 karakter terpampang membelakangi perbukitan hijau.
Nama tersebut menggunakan bahasa Moni yang artinya kurang lebih adalah, puncak di mana Tamatea pria dengan lutut besar, pendaki gunung yang bertualang menjelajahi tanah dengan memaikan serulingnya yang dia cintai.
Sebenarnya nama tempat itu ada versi lain, yakni 'Taumata-whakatangihanga-koauau-o-Tamatea-haumai-tawhiti-ure-haea-turi-pukaka-piki-maunga-horo-nuku-pokai-whenua-ki-tana-tahu' dengan 105 karakter dan artinya tak jauh berbeda. Namun akhirnya, masyarakat setempat menggunakan versi yang 85 karakter, mungkin biar lebih singkat.
Nama yang super panjang (Anatoly Chernyshev/Google Maps)
Tamatea merupakan salah seorang nenek moyang dari suku Maori. Masyarakat suku Maori yang menetap di North Island dengan marga Ngati Kahungunu, amat menghormati Tamatea yang merupakan seorang penjelajah dan dipercaya menemukan beberapa pulau untuk dijadikan tempat tinggal.
Maka dari itu, Suku Maori amat menghormarti Tamatea. Nama bukit Taumatawhakatangihangakoauauotamateaturipukakapikimaungahoronukupokaiwhenuakitanatahu pun didedikasikan untuknya. Mereka tak mau ada satu kata yang hilang untuk mengenangnya.
Anda bisa datang ke sana dan berfoto di papan namanya. Lihatlah perbukitan di sana dan padang rumput serta domba-domba yang asyik juga untuk diabadikan dalam kamera. Tapi dijamin, butuh lebih sekali dua kali untuk bisa meengeja nama Taumatawhakatangihangakoauauotamateaturipukakapikimaungahoronukupokaiwhenuakitanatahu apalagi kalau menghafalnya.
Panorama cantik di sekitar perbukitannya (Anatoly Chernyshev/Google Maps)
(aff/rdy)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru