Saat liburan ke Singapura, biasanya traveler pecinta seni akan singgah ke National Gallery Singapore. Galeri yang disebut sebagai yang terbesar di Asia Tenggara itu memang punya ribuan koleksi lukisan dan barang seni lainnya.
Selain itu, galeri yang diresmikan pada 24 November 2015 tersebut juga memiliki bangunan dengan arsitektur unik dan megah. Tidak mengapa, sejatinya National Gallery Singapore adalah gabungan dari Balai Kota dan bekas Mahkamah Agung. Keduanya pun merupakan monumen nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu pun diketahui oleh detikTravel saat singgah ke National Gallery Singapore pada Rabu pekan lalu (8/6/2016). Saat tengah berjalan di salah satu sudut ruangan Mahkamah Agung, mendadak pemandu saya yang bernama Elaine Chow berhenti di depan sebuah lantai dengan tulisan bersejarah.
"Ini lokasi dari ditaruhnya kapsul waktu," ujar Elain sambil menunjuk sebuah monumen berbentuk segi delapan besar di lantai.
Menurut tulisannya, monumen tersebut merupakan fondasi batu pertama yang ditaruh oleh Gubernur Sir Thomas Shenton Whitelegge Thomas pada 1 April 1937 silam. Batu itu sekaligus menjadi awal dari berdirinya gedung Mahkamah Agung yang bersejarah.
Monumen batu pertama sekaligus lokasi kapsul waktu (Randy/detikTravel) |
"Di dalam kapsul waktu tersebut tersimpan koran lama dan mata uang saat itu," jelas Elaine.
Dilanjutkan oleh Elaine, bahwa nantinya kapsul waktu tersebut akan diangkat dan dibuka untuk generasi mendatang. Tapi jika ingin melihat wujudnya, datanglah pada tahun 3000!
"Anda bisa melihat isi dari kapsul waktu tersebut, tapi pada tahun 3000," ujar Elain sambil tertawa.
Wah, lama sekali. Jika saya ingin menunggu dan melihatnya, sudah tentu umur ini akan habis lebih dulu. Mungkin keturunan saya yang bisa melihatnya. Dari tahun 2016, tunggulah 984 tahun lagi.
Rombongan traveler yang kelihatannya tidak sadar (Randy/detikTravel) |












































Monumen batu pertama sekaligus lokasi kapsul waktu (Randy/detikTravel)
Rombongan traveler yang kelihatannya tidak sadar (Randy/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Desa dengan Hujan Abadi, Hampir Tak Pernah Melihat Matahari
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel
3 Hari Festival Songkran, 95 Orang Meninggal