Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 24 Jun 2016 07:20 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Kisah Manusia Buaya di Papua Nugini

Afif Farhan
Redaksi Travel
Suku Chambri di Papua Nugini dijuluki manusia buaya (Daniel NADLER/Youtube)
Suku Chambri di Papua Nugini dijuluki manusia buaya (Daniel NADLER/Youtube)
Wewak - Di Papua Nugini ada Suku Chambri yang unik dan dijuluki traveler sebagai Manusia Buaya. Kulit mereka disayat membentuk sisik buaya, untuk menandakan kedewasaan dan penghormatan pada buaya sebagai leluhurnya.

Sama seperti suku-suku di Papua (karena masih satu daratan), Papua Nugini memiliki banyak suku dengan tradisi yang aneh nan unik. Beberapa tradisinya mungkin terlihat menyakitkan, tapi tidak bagi mereka yang melakukannya turun temurun.

Dirangkum detikTravel dari berbagai sumber, Kamis (23/6/2016) salah satu suku di Papua Nugini yang punya tradisi khas adalah Suku Chambri. Mereka mendiami daratan di sekitar Danau Chambri, Provinsi Sepik. Dilihat dari peta, posisinya ada di utara Papua Nugini yang bisa ditempuh naik pesawat selama 2 jam dari ibukota negara Papua Nugini, Port Moresby.


Suku Chambri mirip seperti suku-suku di Papua (Planet Doc Full Documentaries/Youtube)


Tinggal di pinggiran danau dan sungai (Planet Doc Full Documentaries/Youtube)

Suku Chambri hidup sehari-hari sebagai pemburu binatang seperti babi dan juga memancing ikan bagi yang pria, serta berkebun bagi yang wanita. Kehidupan mereka masih sangat sederhana, listrik saja belum masuk ke pemukimannya.

Lalu, apa tradisi khas Suku Chambri? Tradisi khas sukunya dilakukan hanya oleh para pria. Tradisi berupa menyayat badan dan membentuk kulit di badannya menjadi mirip sisik buaya yang menonjol-nonjol!


Inilah sayatannya yang mirip dengan sisik buaya (Planet Doc Full Documentaries/Youtube)

Ceritanya begini, di sekitar tempat tinggal Suku Chambri di Danau Chambri dan Sungai Sepik masih banyak buaya yang hidup. Ada dua jenisnya, buaya Papua Nugini dan buaya muara. Ukurannya besar-besar, dari 4 sampai 7 meter!

Bagi Suku Chambri, buaya merupakan hewan yang sangat diagungkan. Sebab mereka percaya, leluhur mereka dulunya adalah buaya yang semacam berevolusi ke daratan dan berubah menjadi manusia. Mereka juga menjaga kehidupan buaya dan tidak memburunya.


Buaya yang diagungkan oleh suku Chambri (Thinkstock)

Tradisi menyayat badan dan membentuk kulit di badan menjadi mirip sisik buaya, sudah dilakukan sejak zaman dulu. Tradisi ini merupakan suatu tanda seorang pria menjadi dewasa. Biasanya dilakukan dari mulai 11 tahun hingga 25 tahun.

Yang menyayatnya, adalah kepala suku. Mereka yang disayat pun harus menahan rasa sakit, kala pisau mencabik-cabik kulit mereka. Kabarnya, tak sedikit juga ada yang meninggal karena kehabisan darah dan tidak tahan dengan rasa sakitnya.

Menyayatnya juga tidak sembarangan menyayat. Ada ritual tarian dan doa-doa sebelum kepala suku mengambil pisau dan melakukan tugasnya. Sebab tradisi ini pun masih dianggap luhur.


Persiapan tari-trian sebelum penyayatan (Planet Doc Full Documentaries/Youtube)


Proses saat kulit disayat (Planet Doc Full Documentaries/Youtube)


Inilah sayatan yang dinilai mirip sisik buaya (Daniel NADLER/Youtube)

Arti dari tradisi ini ada tiga. Pertama, sebagai wujud penghormatan kepada leluhur Suku Chambri yang dipercaya adalah buaya. Kedua, tradisi ini menandakan kedewasaan seorang pria. Ketiga, tradisi ini dipercaya akan membuat para pria menjadi orang yang kuat karena mampu melewati rasa sakitnya.

Seluruh pria Suku Chambri memiliki bekas sayatan dan terlihat seperti sisik buaya. Mereka juga dengan bangga, memamerkan bekas sayatannya. Asyiknya, Suku Chambri sudah terbuka dan terbiasa dengan kedatangan turis.

Beberapa operator tur yang menawarkan paket perjalanan ke Danau Chambri sekaligus bertemu Suku Chambri seperti Sepik River Canoe Adventure Tours, North Star Cruises Australia dan Mapex Travel Tours. Turis akan diajak melihat kehidupan Suku Chambri dari dekat, para wanitanya juga bakal menghibur dengan tarian.

Tentu saja, Anda yang ikut turnya juga bisa bertemu para pria Suku Chambri, Si Manusia Buaya.


Sayatan tanda pria sudah dewasa dan mirip sisik buaya (Daniel NADLER/Youtube)

(aff/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED

Hunting Foto di Dufan

Selasa, 24 Okt 2017 10:40 WIB

Selain menjajal aneka wahananya, traveler bisa sekalian hunting foto di Dufan. Siapkan kamera andalan kamu ya!