Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 13 Sep 2016 12:50 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Auroville, Kota di India Yang Tidak Memberlakukan Agama dan Politik

Kubah emas Matrimandir di Auroville (Auroville.org)
Kubah emas Matrimandir di Auroville (Auroville.org)
Bommayapalayam - Kota tanpa agama dan politik bukan hanya utopia. Di India, ada Kota Auroville yang tidak memberlakukan agama hingga politik.

Terletak di sisi Utara Kota Pondicherry di India, Kota Auroville disebut sebagai kota masa depan. Dilansir detikTravel dari situs resminya, Selasa (13/9/2016) traveler tidak akan menemukan agama hingga politik selain ketenangan batin.

Diresmikan pada tahun 1968 di India, Auroville merupakan gagasan dari spiritualis bernama Mirra Alfassa yang berasal dari Prancis. Terinspirasi dari seorang pemikir spiritual India yang bernama Sri Aurobindo, Mirra membuat sebuah kota utopia yang sangat berbeda dengan kota pada umumnya.

Mira juga mengaku, bahwa ia telah mendapat pencerahan spiritual dari Sri Aurobindo yang meninggal pada tahun 1950. Oleh sebab itu, Mira pun disembah dan dianggap sebagai reinkarnasi dari Sri Aurobindo.

Acara diskusi dan kumpul antar anggota Auroville
Tentu ada alasan kenapa Auroville disebut sebagai kota masa depan. Siapa pun yang datang atau tinggal di Auroville tidak diperkenankan untuk merokok, minum-minuman keras atau membicarakan politik hingga agama. Bayangkan.

Hal tersebut tentu mengingatkan kita akan lagu 'Imagine' yang dinyanyikan oleh John Lennon. Bahwa ada sebuah tempat yang tidak terikat akan agama dan politik, melainkan hanya menjunjung kemanusiaan dan cinta.

Nyatanya, kota yang dianggap sebagai utopia itu menarik cukup banyak orang saat pertama kali diresmikan. Pada 28 Februari 1968 saja, ada sekitar 5.000 orang dari 124 negara yang datang ke Auroville.

Secara sistem pemerintahan, Auroville disokong oleh sebuah yayasan yang menampung dan mengimplementasikan keinginan masyarakatnya. Seperti pemikir zaman dulu, pembicaraan dilakukan di berbagai tempat dan diputuskan melalui sistem voting.

Toko pakaian gratis di Auroville (Auroville.org)
Sedangkan untuk perekonomian, Auroville menerima sokongan dana dari Pemerintah India hingga donor dari sejumlah LSM dan donasi dari para tamu. Yang perlu dicatat, tidak ada akta kepemilikan rumah atau bisnis di Auroville. Semua adalah milik yayasan.

Sistem yang dianut pun sama seperti zaman dulu, yakni dengan sistem barter. Bagi yang butuh pakaian, bisa mampir ke toko Freestore untuk mengambil pakaian gratis sesuai dengan kebutuhan. Tidak perlu bayar!

Pusat pemerintahan Auroville pun berpusat pada sebuah kubah raksasa yang dikenal sebagai Matrimandir atau Kuil Ibu yang berwarna emas. Secara fisik, kubah itu tampak seperti bulatan berwarna emas yang sangat megah.

Visitor Centre Auroville (Auroville.org)
Traveler yang masuk ke dalam kubah emas pun diharuskan untuk tenang. Anda pun tidak diperbolehkan untuk membawa kamera atau membuat kegaduhan. Intinya harus tenang.

Uniknya, keabsahan Auroville juga didukung oleh Pemerintah India dan lembaga internasional UNESCO. Kini Auroville telah dihuni oleh sekitar 2.000 orang yang membentuk komunitas dari 44 negara dunia.

Siapa pun diperkenankan untuk datang ke Auroville. Caranya pun cukup mudah, yaitu dengan membooking dan mendaftar secara langsung di Visitor Centre Auroville untuk yang kali pertama. Bagi yang sudah pernah datang, bisa mendaftar via email. Tertarik untuk berkunjung? (krn/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED