Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 28 Nov 2016 08:50 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Di Turki, Masih Ada yang Tinggal di Rumah Dalam Gua Nan Unik

Rois Jajeli
detikTravel
Foto: Rumah gua di Cappadocia (Rois Jajeli/detikTravel)
Foto: Rumah gua di Cappadocia (Rois Jajeli/detikTravel)
Cappadocia - Walaupun zaman sudah modern, masih banyak warga Turki yang mempertahankan tradisi tinggal di rumah gua batu. Rumah unik ini bisa traveler temukan di Cappadocia.

Kawasan Cappadocia, Turki dikenal sebagai wilayah bebatuan vulkanik, batu dari hasil erupsi gunung berapi. Bebatuan tersebut digunakan oleh penduduk setempat sebagai tempat tinggal. Bahkan, sampai sekarang, masih ada beberapa rumah penduduk yang di bebatuan alias gua.

Salah satu rumah gua penduduk Uchisar yakni milik keluarga Adnan, yang ditempati keluarganya sejak 150 tahun lalu. detikTravel berkunjung ke sana pekan lalu dalam undangan dari Turkish Airline.

"Ini salah satu rumah penduduk dalam bentuk gua yang masih bertahan. Rumah gua ini diperkirakan sudah ditempati sejak 150 tahun lalu," kata Usman, pemandu wisata di Cappadocia kepada detikTravel

(Rois Jajeli/detikTravel)(Rois Jajeli/detikTravel)
Banyak bebatuan vulkano yang bentuknya lancip dikeruk dan dibentuk menjadi tempat tinggal. Bebatuan tersebut ada yang dikeruk dan menjadi seperti gua.

Ada tiga bagian bebatuan yang dijadikan sebagai tempat tinggal warga Uchisar pada saat itu. Bagian pertama atau lantai dasar adalah tempat berkumpul atau ruang keluarga. Lantai dua tempat kamar tidur. Sedangkan lantai tiga digunakan untuk menjadi semacam gereja.

Seiring berkembangnya waktu, dari zaman kerajaan menjadi zaman Republik Turki, banyak masyarakat yang turun 'gunung' dan menjadi warga yang tinggal tidak di bebatuan.

Namun, keluarga dari Adnan Splace ini tetap bertahan menjaga kelestarian budaya yakni menempati rumah gua sebagai tempat tinggal.

(Rois Jajeli/detikTravel)(Rois Jajeli/detikTravel)
"Ini rumah dari turun-temurun dari kakek-kakek," kata Usman menerjemahkan keterangan dari Bursyah, anak gadis dari keluarga Adnan.

Ada budaya warga Uchisar yang tinggal di rumah gua. Ketika masih anak-anak, mereka tinggal bersama orang tuanya di sana. Namun, saat menikah, mereka dilepaskan untuk mencari jalan hidup sendirinya.

Komunitas rumah batu alias gua di Uchisar semakin tahun semakin menurun. Sebabnya, anak-anak mereka lebih memilih tinggal di rumah perkotaan atau pedesaan dibandingkan dengan tinggal di rumah gua.

Bursyah, gadis dari Uchisar yang menempuh pendidikan perguruan tinggi di salah satu kota di Turki ini, tetap bertahan tinggal di rumah tradisional, karena ingin membantu orang tuanya.

Sehari-hari, bagi anak-anak perempuan membantu merajut membuat kerajinan tangan seperti kerudung, gelang dan beragam lainnya. Kerajinan tangan ini dijual ke wisatawan yang datang ke rumah gua, dan menjadi salah satu mata pencaharian warga setempat.

(Rois Jajeli/detikTravel)Foto: (Rois Jajeli/detikTravel)
(Rois Jajeli/detikTravel)
(roi/krn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED