Jumpa Aneka Satwa Asli Australia di Kebun Binatang Taronga
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Laporan dari Australia

Jumpa Aneka Satwa Asli Australia di Kebun Binatang Taronga

Wahyu Setyo Widodo - detikTravel
Senin, 06 Feb 2017 09:55 WIB
Jumpa Aneka Satwa Asli Australia di Kebun Binatang Taronga
Kangguru di Kebun Binatang Taronga, Sydney (Wahyu/detikTravel)
Sydney - Australia dikenal dengan aneka satwa yang lucu dan khas. Dari kangguru, wombat, hingga koala semuanya bisa dilihat di Kebun Binatang Taronga, Sydney.

Taronga Zoo alias Kebun Binatang Taronga, adalah salah satu kebun binatang tertua yang pernah berdiri di Australia. Dibuka secara resmi pada 7 Oktober 1916, Kebun Binatang Taronga saat ini sudah berusia 100 tahun lebih.

Meski usianya sudah termasuk tua, tetapi penampakan kebun binatang ini justru jauh dari kesan tersebut. Desain kebun binatang justru sangat kekinian. Tak heran bila kebun binatang ini justru didominasi oleh anak-anak muda usia sekolah, serta keluarga muda yang anaknya masih kecil-kecil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemandangan seperti itulah yang detikTravel lihat akhir pekan lalu saat berkunjung ke Taronga Zoo. Atas undangan kerja sama maskapai Garuda Indonesia dan Tourism Australia (Destinastion New South Wales), detikTravel diajak ke berbagai destinasi wisata di Sydney, termasuk juga Kebun Binatang Taronga.

Selamat datang di Kebun Binatang Taronga, Sydney (Wahyu/detikTravel)Selamat datang di Kebun Binatang Taronga, Sydney (Wahyu/detikTravel)
Perjalanan untuk menuju ke Taronga Zoo dimulai dari Pelabuhan Watson Bay. Ya, salah satu moda transportasi untuk menuju ke kebun binatang ini adalah dengan menggunakan water taxi. Jarak tempuhnya sekitar kurang lebih 15 menit, lebih pendek dari pada harus menempuh perjalanan darat.

Kebun Binatang Taronga memang sedikit unik, terletak di Dataran Tinggi Mosman, alih-alih naik mobil, menuju ke sini kita bisa naik ferri dengan pemandangan Sydney Opera House dan Sydney Harbour Bridge yang terkenal itu. Di sana pun sudah disediakan Pelabuhan Taronga Zoo untuk melayani para penumpang yang akan berwisata ke sini. Biaya tiketnya sekitar AU$ 8,7 (setara Rp 89 ribu) sekali jalan.

Begitu sampai, kami pun langsung disambut Paul, salah satu staff Kebun Binatang Taronga untuk kemudian diajak naik gondola. Ya, keunikan kedua dari kebun binatang ini adalah kita akan naik gondola menuju ke tempat satwa-satwa, sekaligus menikmati pemandangan indah kebun binatang dari ketinggian.

"Kenapa gondola? Karena Taronga Zoo letaknya berada di atas bukit, agak sedikit tinggi. Jalan kaki sebenarnya juga bisa, tapi akan lebih mudah kalau ke atasnya naik gondola, baru nanti turunnya jalan kaki, daripada sebaliknya. Kamu nanti bisa kelelahan," ujar Paul kepada detikTravel.

Naik gondola di Taronga Zoo (Wahyu/detikTravel)Naik gondola di Taronga Zoo (Wahyu/detikTravel)
Tak sampai 10 menit, gondola sudah selesai mengantarkan kami ke bagian tengah Kebun Binatang seluas kurang lebih 28 hektar ini. Naik gondolanya gratis lho traveler! Baru dari terminal gondola, kita bisa berjalan-jalan ke berbagai area kebun binatang untuk melihat aneka koleksi satwa di sana.

Ada kurang lebih 350 jenis satwa yang jadi koleksi di Kebun Binatang Taronga. Jumlah individunya sendiri mencapai kurang lebih 4.000 ekor satwa. Dari mulai satwa khas Australia, sampai yang khas Asia seperti gajah serta harimau sumatera.

Karena satwa Asia sudah biasa kami lihat, langsung saja kami diajak ke bagian satwa-satwa khas Australia. Kandang pertama yang kami tuju tentu saja milik koala, hewan super lucu yang hobinya tidur. Kami pun langsung disambut oleh Stephanie, salah satu penjaga kandang koala yang akan menjelaskan tentang hewan unik ini.

"Koala adalah hewan yang sangat lucu dan imut. Dia bisa tidur selama hampir 18-20 jam dalam sehari. Kalau sudah tidur, dia akan seperti ini posisinya, memeluk pohon. Sudah, tidak akan berganti-ganti posisi dan tidak akan jatuh juga," ujar Stephanie.

Koala yang sangat imut dan lucu (Wahyu/detikTravel)Koala yang sangat imut dan lucu (Wahyu/detikTravel)
Koala, si tukang tidur bernama Darwin ini memang harus banyak tidur guna mencerna makanan yang jadi kesukaannya, yaitu daun eucalyptus. Daun eucalyptus dikenal punya nilai energi yang rendah, sehingga butuh waktu lama untuk dicerna koala. Jadinya kita akan melihat, Koala menghabiskan hampir 3/4 waktu hidupnya hanya untuk tidur mencerna daun eucalyptus.

Saat sedang tidur, koala ini sungguh menggemaskan. Pengunjung diizinkan untuk berfoto dengan koala ini, asal dengan catatan tidak menggunakan lampu flash, serta sama sekali tidak boleh menyentuh si koala, karena pasti akan membuatnya bangun dan langsung stress.

"Kalau kita berbicara seperti ini, dia mungkin mendengar, tapi dia tidak akan terganggu. Ini masih dalam level aman. Kecuali kalau menyentuh koala, jangan pernah sekali-sekali menyentuh/memegang koala, dia bisa jadi sangat terganggu," ujar Stephanie.

taronga5 Wisatawan bisa berfoto dengan koala ini (Arief Muhammad/Istimewa)Wisatawan bisa berfoto dengan koala ini (Arief Muhammad/Istimewa)
Selain koala, di kebun binatang ini juga ada aneka satwa khas Australia lainnya. Ada kangguru, possum (sejenis kuskus), platypus, wombat, hingga quokka. Semuanya tak kalah imut juga dengan koala, termasuk quokka yang selalu nampak seperti sedang tersenyum ketika kita ajak selfie.

Namun quokka di Kebun Binatang Taronga tidak bisa diajak selfie. Kita hanya bisa melihatnya dari kejauhan, tidak boleh berinteraksi langsung. Kalau mau, traveler bisa ke Rottnest Island yang memang dikenal sebagai salah satu habitat quokka di Australia.

Quokka yang tak kalah lucu (Wahyu/detikTravel)Quokka yang tak kalah lucu (Wahyu/detikTravel)
Selain itu, masih ada juga Tasmania Devil yang benar-benar khas dari Australia. Hewan ini tidak bisa dijumpai di belahan dunia manapun. Namun sayang, keberadaan satwa ini terancam punah akibat penyakit genetis yang diderita oleh kelompok hewan marsupial ini.

Untuk itu, Kebun Binatang Taronga juga terlibat dalam usaha konservasi Tasmania Devil sejak tahun 2008 silam, agar hewan ini terhindar dari kepunahan. Usaha konservasi ini termasuk mengembang biakkan Tasmania Devil, melakukan penelitian genetis, serta terakhir mengembalikan hewan ini kembali ke alam.

"Misi utama kami di Kebun Binatang Taronga adalah wisata edukasi, termasuk di dalamnya juga ada usaha konservasi. Kita tidak ingin manusia dekat dengan satwa, tetapi juga terlibat dalam usaha menyelamatkan mereka dari kepunahan," ujar Stephanie.

Pusat konservasi Tasmania Devil di Taronga Zoo (Wahyu/detikTravel)Pusat konservasi Tasmania Devil di Taronga Zoo (Wahyu/detikTravel)
Traveler yang berencana liburan ke Sydney sepertinya wajib berkunjung ke Kebun Binatang Taronga untuk mengenal satwa-satwa khas Australia dengan lebih dekat. Berwisata ke kebun binatang ini paling cocok memang bersama dengan keluarga, agar anak-anak kecil bisa mengenal aneka jenis satwa dan belajar lebih dekat dengan alam.

Seusai melihat aneka satwa lucu ini, traveler bisa membeli merchandise untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Harga tiket kebun binatang ini sekitar AU$ 46 (setara Rp 470 ribu) untuk dewasa, dan AU$ 26 (setara Rp 266 ribu) untuk anak-anak. Kebun Binatang Taronga sendiri buka mulai pukul 09.30 sampai 16.30 waktu setempat.

(rdy/fay)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads