Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 12 Feb 2017 17:10 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Seru, Belajar Sejarah Otomotif di Museum Toyota Jepang

Firdaus Anwar
detikTravel
Museum Industri dan Teknologi Toyota di Nagoya, Jepang (Firdaus Anwar/detikTravel)
Jakarta - Liburan ke Jepang jangan lupa mengunjungi Museum Industri dan Teknologi Toyota di Nagoya. Apalagi bagi traveler yang sering touring.

Mendengar nama Toyota pasti sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar telinga orang Indonesia. Beragam produk, terutama mobil, dari perusahaan otomotif tersebut disukai karena terkenal relatif murah namun memiliki kualitas yang baik.

Tapi tahukah traveler bahwa sebelum menjadi salah satu perusahaan otomotif terbesar di dunia, Toyota tadinya adalah sebuah usaha kecil di Jepang yang bergerak dibidang tekstil. Pendirinya adalah seorang anak dari penjahit miskin bernama Sakichi Toyoda.
Seru, Belajar Sejarah Otomotif di Museum Toyota JepangFoto: Firdaus Anwar

Bagaimana perjalanan Sakichi bisa membangun sebuah industri raksasa terekam dalam Museum Industri dan Teknologi Toyota di Nagoya, Jepang. detikTravel berkesempatan mengunjunginya bersama rombongan dari Japan National Tourism Organization (JNTO) pada Sabtu (12/2/2017).

Di dalam, museum terbagi menjadi dua paviliun besar yaitu sebagian untuk area tekstil dan sebagian lagi untuk area otomotif. Di masing-masing area tersimpan berbagai alat produksi yang pernah digunakan Toyota mulai dari yang paling kuno sampai paling modern.

Ada alat pemintal benang dan perajut dari yang sederhana masih menggunakan pengerjaan manual terbuat dari kayu hingga menggunakan sistem otomatis mesin uap. Semua alat tersebut diciptakan oleh Sakichi sendiri dengan tujuan awalnya adalah membantu sang ibu agar bisa merajut lebih baik.
Seru, Belajar Sejarah Otomotif di Museum Toyota JepangFoto: Firdaus Anwar

Di tahun 1900-an lalu anak dari Sakichi, Kiichiro Toyoda, menjual paten mesin jahit otomatis tersebut ke perusahaan Inggris. Uang yang diperoleh lalu menjadi bekal Kiichiro untuk mendirikan sebuah usaha otomotif karena saat itu ia melihat mobil adalah sesuatu yang sangat berguna.

Di area otomotif terdapat replika dari mobil pertama Toyota, A1, yang dibuat di tahun 1935 setelah berusaha meniru teknologi mobil Chevrolet dari perusahaan Amerika.

Menariknya, hampir semua alat yang tersimpan rapi di dalam museum masih dapat dioperasikan.
Seru, Belajar Sejarah Otomotif di Museum Toyota JepangFoto: Firdaus Anwar

Sebagai contoh, di area tekstil pengunjung dapat meminta petugas menunjukkan bagaimana caranya sebuah mesin perajut bekerja menghasilkan kain dari kumparan benang tradisional. Untuk area otomotif sebagian besar koleksi memiliki tombol yang bila ditekan akan mendemonstrasikan bagaimana ia bekerja.

Bila traveler penasaran, museum dapat dikunjungi dengan berjalan kaki sekitar 25 menit dari stasiun kereta Nagoya atau dengan bus dari Stasiun Bus Nagoya platform nomor 11. Tiket masuk 1.000 Yen atau sekitar Rp 110.000 untuk orang dewasa dan sekitar 600 Yen (Rp 70.000) hingga gratis untuk anak-anak tergantung kelompok umurnya.
Seru, Belajar Sejarah Otomotif di Museum Toyota JepangFoto: Firdaus Anwar
(fds/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA