Beijing -
Tembok Besar China adalah bangunan menakjubkan yang dibuat oleh manusia. Banyak mitos yang dipercaya wisatawan, namun kebanyakan ngawur.
Beberapa hal yang tidak dapat dinalar menyeruak ke dalam pemikiran publik mengenai bangunan ini hingga menjadi mitos. Dirangkum detikTravel dari berbagai sumber, Senin (20/2/2017), berikut beberapa mitos ngawur mengenai Tembok Besar China.
Mitos soal nama Tembok Besar
Sejauh mata memandang terlihat perbukitan dan bagian-bagian lain tembok China yang seakan tidak ada habisnya (Kurnia/detikTravel)
|
Nama Tembok Besar atau Tembok Raksasa sangat lekat dengan destinasi ini. Bahkan Presiden AS Richard Nixon, selama berkunjung pada tahun 1972 mengaku dia berpikir Great Wall berarti seperti namanya, tembok besar bukan tembok panjang.Nama Great Wall ternyata mitos belaka. Orang China sendiri tidak pernah menyebutnya Great Wall. Mereka menyebutnya 'Chang Cheng' atau 'Long Wall' dan dapat juga diterjemahkan sebagai 'Long City'.
Mitos Tembok Besar tak bisa ditembus
Tembok Besar China merupakan salah satu landmark Tiongkok yang paling banyak dikunjungi wisatawan (Elvan Dany Sutrisno/detikTravel)
|
Tembok Besar China dipercaya tidak dapat ditembus oleh musuh. Fungsi utamanya adalah menjaga wilayah kekaisaran China dari serangan orang-orang dari utara. Tembok yang juga benteng dengan dilengkapi menara pada titik-titik strategis ini mempunyai ketebalan hingga 9 meter dan tinggi 8 meter.Prajurit infanteri dan kavaleri akan menjaga wilayahnya dengan makanan yang cukup dan persenjataan untuk mengusir musuh. Sehingga tembok ini merupakan penghalang utama yang harus dilewati gerombolan selama berabad-abad.
Tapi, soal Tembok Besar yang tidak bisa ditembus, ternyata itu sekadar mitos belaka. Faktanya, seorang tentara pengkhianat membuka pos timur jauh di Shanhaiguan pada tahun 1644. Akibatnya, tentara Manchu menyerbu dan akhirnya menguasai China sampai tahun 1912.
Mitos Tembok Besar bisa dilihat dari Bulan
Walaupun musim dingin dengan suhu mendekati 0 derajat celcius kala itu, tempat ini tetap terlihat ramai (Kurnia/detikTravel)
|
Salah satu mitos terkenal adalah Tembok Besar bisa dilihat dari Bulan. Yang mencetuskannya adalah Robert Ripley yang terkenal dengan kumpulan cerita 'Believe It or Not!' pertama kali tahun 1932. Mitos ini sempat diyakini cukup lama, namun ternyata tidak terbukti.Sejak ada penjelajahan luar angkasa, para astronot membuktikan mitos itu salah. Jarak Bulan dengan Bumi sejauh 384.400 kilometer, sudah tidak terlihat apa-apa dari Bulan. Bahkan, astronot pertama China yang terbang pada tahun 2004, Yang Liwei, membantah mitos Tembok Besar bisa dilihat dari Bulan.
Mitos Tembok Besar adalah bangunan kuno
Inilah salah satu meriam yang diletakkan di Tembok Besar China. Meriam ini dibuat dari bahan besi (Kurnia/detikTravel)
|
Ketika membaca buku-buku sejarah, disebutkan Tembok Besar sudah ada dari 771 SM dan dibangun pada masa kaisar pertama China, Qin Shi Huang. Kaisar-kaisar selanjutnya menambah pembangunan ke arah barat sampai 1.600 km.Mitos ini juga ternyata salah. Kenyataannya, Tembok Besar China seperti yang ada saat ini dibangun dari abad ke-15. Jadi tidak sekuno dalam bayangan orang.
Banyak dari bangunan tembok asli yang telah hancur. Tempat wisata seperti Badaling, barat laut dari Beijing, telah dibangun kembali dalam beberapa tahun terakhir untuk menarik wisatawan.
Mitos Tembok Besar berisi tubuh manusia
Tembok ini mempunyai banyak sekali bagian. Namun, yang hingga saat ini masih kokoh dan sering dikunjungi wisatawan adalah bagian yang dibangun pada masa Dinasti Ming (Kurnia/detikTravel)
|
Sejarah tembok besar China memang menarik untuk dibahas. Begitu pula dengan pengerjaannya yang tak bisa lepas dari sistem kerja paksa. Mitosnya, pekerja yang sakit dikubur langsung di dalam tembok.Kenyataanya, tidak ditemukannya tulang manusia atau yang mengindikasikan jejak-jejaknya di tembok itu. Orang yang paling mungkin menyebarkan rumor tersebut adalah yang memiliki dendam terhadap pemerintahan China di masa lampau.
Namun begitu, Tembok Besar China tetap layak menyandang keajaiban dunia yang dibuat oleh manusia. Para traveler pun tak akan melewatkannya jika berkunjung ke Negeri Tirai Bambu itu.
Nama Tembok Besar atau Tembok Raksasa sangat lekat dengan destinasi ini. Bahkan Presiden AS Richard Nixon, selama berkunjung pada tahun 1972 mengaku dia berpikir Great Wall berarti seperti namanya, tembok besar bukan tembok panjang.
Nama Great Wall ternyata mitos belaka. Orang China sendiri tidak pernah menyebutnya Great Wall. Mereka menyebutnya 'Chang Cheng' atau 'Long Wall' dan dapat juga diterjemahkan sebagai 'Long City'.
Tembok Besar China dipercaya tidak dapat ditembus oleh musuh. Fungsi utamanya adalah menjaga wilayah kekaisaran China dari serangan orang-orang dari utara. Tembok yang juga benteng dengan dilengkapi menara pada titik-titik strategis ini mempunyai ketebalan hingga 9 meter dan tinggi 8 meter.
Prajurit infanteri dan kavaleri akan menjaga wilayahnya dengan makanan yang cukup dan persenjataan untuk mengusir musuh. Sehingga tembok ini merupakan penghalang utama yang harus dilewati gerombolan selama berabad-abad.
Tapi, soal Tembok Besar yang tidak bisa ditembus, ternyata itu sekadar mitos belaka. Faktanya, seorang tentara pengkhianat membuka pos timur jauh di Shanhaiguan pada tahun 1644. Akibatnya, tentara Manchu menyerbu dan akhirnya menguasai China sampai tahun 1912.
Salah satu mitos terkenal adalah Tembok Besar bisa dilihat dari Bulan. Yang mencetuskannya adalah Robert Ripley yang terkenal dengan kumpulan cerita 'Believe It or Not!' pertama kali tahun 1932. Mitos ini sempat diyakini cukup lama, namun ternyata tidak terbukti.
Sejak ada penjelajahan luar angkasa, para astronot membuktikan mitos itu salah. Jarak Bulan dengan Bumi sejauh 384.400 kilometer, sudah tidak terlihat apa-apa dari Bulan. Bahkan, astronot pertama China yang terbang pada tahun 2004, Yang Liwei, membantah mitos Tembok Besar bisa dilihat dari Bulan.
Ketika membaca buku-buku sejarah, disebutkan Tembok Besar sudah ada dari 771 SM dan dibangun pada masa kaisar pertama China, Qin Shi Huang. Kaisar-kaisar selanjutnya menambah pembangunan ke arah barat sampai 1.600 km.
Mitos ini juga ternyata salah. Kenyataannya, Tembok Besar China seperti yang ada saat ini dibangun dari abad ke-15. Jadi tidak sekuno dalam bayangan orang.
Banyak dari bangunan tembok asli yang telah hancur. Tempat wisata seperti Badaling, barat laut dari Beijing, telah dibangun kembali dalam beberapa tahun terakhir untuk menarik wisatawan.
Sejarah tembok besar China memang menarik untuk dibahas. Begitu pula dengan pengerjaannya yang tak bisa lepas dari sistem kerja paksa. Mitosnya, pekerja yang sakit dikubur langsung di dalam tembok.
Kenyataanya, tidak ditemukannya tulang manusia atau yang mengindikasikan jejak-jejaknya di tembok itu. Orang yang paling mungkin menyebarkan rumor tersebut adalah yang memiliki dendam terhadap pemerintahan China di masa lampau.
Namun begitu, Tembok Besar China tetap layak menyandang keajaiban dunia yang dibuat oleh manusia. Para traveler pun tak akan melewatkannya jika berkunjung ke Negeri Tirai Bambu itu.
(msl/fay)
Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru