Salah satunya adalah keberadaan penjual Burung Pipit. Biasanya, burung ini hanya ditangkap untuk dijual kepada anak kecil, selebihnya para petanilah yang merasakan keberadaannya sebagai hama yang sering memakan padi saat akan panen.
Namun berbeda bila di komplek stupa emas, burung ini diperjualbelikan untuk tujuan lainnya. Seperti kata pemandu tur detikTravel, Minggu (5/2/2017), jika melepas burung ini akan mendapat keberuntungan.
"Mereka percaya jika melepaskan burung, ular, ataupun kura-kura dapat membuang nasib buruk. Burung dalam satu kurungan itu biasanya dijual 40 ribu Kip," ujar Tony.
Wisatawan yang mengunjungi stupa emas (Masaul/detikTravel) |
Memang benar adanya, para pengunjung stupa yang menghampiri para penjual burung ini langsung membeli dagangan. Setelah itu, para pembeli membuka kurungan dan melepas burungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di komplek yang pertama terdapat gedung pertemuan atau serbaguna. Di belakangnya, terdapat patung Buddha tidur yang memiliki ukuran jumbo. Patung ini diwarnai dengan cat emas dan dikelilingi dengan kuburan para petinggi negara Laos.
Pohon bodhi dan patung Buddha (Masaul/detikTravel) |
Beranjak dari komplek tersebut, terdapat Pohon Bodhi di komplek ketiga. Terdapat pula bangunan para biksu sebagai tempat tinggal sehari-harinya.
Menyoal pohon Bodhi, masyarakat Laos percaya bahwa pohon rindang itulah tempat Sidharta Gautama bermeditasi hingga mencapai pencerahan. Maka dari itu, masyarakat dan juga biksu menghiasinya dengan patung-patung Buddha. Tak lupa terdapat dupa dan pernak-pernik lainnya di pohon tersebut. (msl/aff)












































Wisatawan yang mengunjungi stupa emas (Masaul/detikTravel)
Pohon bodhi dan patung Buddha (Masaul/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun