Aneka Fakta Menarik Soal Stupa Emas di Laos
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Laporan dari Laos

Aneka Fakta Menarik Soal Stupa Emas di Laos

Ahmad Masaul Khoiri - detikTravel
Selasa, 21 Feb 2017 07:55 WIB
Aneka Fakta Menarik Soal Stupa Emas di Laos
Pha That Luang di Vientiane (Masaul/detikTravel)
Vientiane - Stupa emas Pha That Luang, Vientiane memang menjadi magnet utama bagi pariwisata di Laos. Lebih dari itu, sejumlah hal di sekelilingnya pun menarik perhatian.

Salah satunya adalah keberadaan penjual Burung Pipit. Biasanya, burung ini hanya ditangkap untuk dijual kepada anak kecil, selebihnya para petanilah yang merasakan keberadaannya sebagai hama yang sering memakan padi saat akan panen.

Namun berbeda bila di komplek stupa emas, burung ini diperjualbelikan untuk tujuan lainnya. Seperti kata pemandu tur detikTravel, Minggu (5/2/2017), jika melepas burung ini akan mendapat keberuntungan.

"Mereka percaya jika melepaskan burung, ular, ataupun kura-kura dapat membuang nasib buruk. Burung dalam satu kurungan itu biasanya dijual 40 ribu Kip," ujar Tony.

















Wisatawan yang mengunjungi stupa emas (Masaul/detikTravel)Wisatawan yang mengunjungi stupa emas (Masaul/detikTravel)






Memang benar adanya, para pengunjung stupa yang menghampiri para penjual burung ini langsung membeli dagangan. Setelah itu, para pembeli membuka kurungan dan melepas burungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menilik lebih luas, komplek stupa emas terbagi atas tiga komplek yang masing-masingnya seluas lapangan bola bahkan lebih. Stupa emas sendiri berada di bagian tengah.

Di komplek yang pertama terdapat gedung pertemuan atau serbaguna. Di belakangnya, terdapat patung Buddha tidur yang memiliki ukuran jumbo. Patung ini diwarnai dengan cat emas dan dikelilingi dengan kuburan para petinggi negara Laos.

















Pohon bodhi dan patung Buddha (Masaul/detikTravel)Pohon bodhi dan patung Buddha (Masaul/detikTravel)






Beranjak dari komplek tersebut, terdapat Pohon Bodhi di komplek ketiga. Terdapat pula bangunan para biksu sebagai tempat tinggal sehari-harinya.

Menyoal pohon Bodhi, masyarakat Laos percaya bahwa pohon rindang itulah tempat Sidharta Gautama bermeditasi hingga mencapai pencerahan. Maka dari itu, masyarakat dan juga biksu menghiasinya dengan patung-patung Buddha. Tak lupa terdapat dupa dan pernak-pernik lainnya di pohon tersebut. (msl/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads