Seperti yang detikTravel lihat, Minggu (5/2/2017) lalu, angkutan khusus ini hanya untuk menyebrang perbatasan yang melalui Friendship Bridge di atas Sungai Mekong.
Ada satu cara lagi menyebrang ke Laos, yakni menggunakan kapal kecil. Jika ingin menggunakan perahu, lokasinya lebih jauh dari jembatan tadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun hal itu tidak berlaku bagi kendaraan pribadi. Saran Tom jika hanya ingin berplesir sebaiknya menggunakan kendaraan umum. Selain praktis, pada saat masuk dan melewati imigrasi tidak akan memakan waktu yang lama saat pemeriksaan.
Penyebrangan ke Laos dari Thailand jika memilih shuttle bus, Anda akan dikenakan tiket seharga 250 Baht setara Rp 100 ribu. Akan lebih murah jika menggunakan bus besar dikenakan biaya tiket 20 Baht atau Rp 8.000 rupiah saja.
Biaya di atas tadi hanya akan mengantarkan Anda sampai dengan imigrasi Laos saja. Selanjutnya, Anda harus menyewa kendaraan lagi berupa taksi, tuk-tuk, maupun kendaraan umum lainnya.
Kembali ke urusan imigrasi, traveler akan menyebrangi Friendship Bridge sebagai penghubung utama antara Thailand-Laos. Jembatan ini pula yang menjadi simbol eratnya hubungan antar kedua negara.
Sampai disebrang, Anda akan disambut dengan imigrasi Laos. Negara ini hanya mengenakan visa on arrival bagi para turis asing.
Namun, bila Anda datang di hari libur atau di luar jam kerja maka akan dikenakan sejumlah biaya. Namun tenang, biayanya tidaklah besar, yakni Rp 2000 saat hari biasa sampai Rp 40.000 ribu saja saat hari libur saja.
Traveler akan merasakan hal yang jauh berbeda antara imigrasi Thailand dan Laos. Perbedaan yang kentara adalah dari segi bangunan imigrasi Thailand jauh lebih bagus daripada Laos. (msl/aff)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru