Dari Sungai Mekong, Awal Mula Peradaban Manusia di Thailand

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Laporan dari Thailand

Dari Sungai Mekong, Awal Mula Peradaban Manusia di Thailand

Ahmad Masaul Khoiri - detikTravel
Jumat, 24 Feb 2017 17:37 WIB
Dari Sungai Mekong, Awal Mula Peradaban Manusia di Thailand
Foto: Masaul/detikTravel
Udon Thani - Plesir ke Udon Thani, Thailand bagian utara tak hanya disuguhi wisata alam yang mempesona. Traveler sudah tahu ada wisata sejarah menarik di sini?

Sungai Mekong yang melintasi Thailand memiliki sejarah yang erat dengan awal mula penduduk pribumi. Bekas peradaban manusia pada zaman dulu itu terpendam di situs Ban Chiang, Udon Thani.

Senin (6/2/2017) lalu, detikTravel mengunjungi situs tersebut. Saat ini, telah dibangun sebuah museum yang di dalamnya terdapat lubang sebagai tempat ekskavasi benda-benda purbakala itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut pemandu tur dari Thailand, Mr Tom, situs Ban Chiang dianggap sebagai pemukiman prasejarah paling penting yang ditemukan di Asia Tenggara sejauh ini. Dalam situs ini menggambarkan tahapan penting dalam sebuah evolusi budaya, sosial dan teknologi yang dimiliki oleh manusia kala itu.

Museum Ban Chiang tampak dari depan (Masaul/detikTravel)Museum Ban Chiang tampak dari depan (Masaul/detikTravel)
"Situs ini memberikan bukti dimana awal mula penduduk bercocok tanam di wilayah tersebut. Hal itu terungkap dari penggunaan alat-alat pertanian yang sudah terbuat dari logam," ucap Tom.

Situs arkeologi Ban Chiang pada zama dulu berupa gundukan tanah yang cukup tinggi dan terletak di daerah pertanian di Kecamatan Ban Chiang, Kabupaten Nong Han, Udon Thani, Thailand. Lokasinya sendiri dekat dengan daerah aliran Sungai Mekong.

Gundukan tanah yang dulunya berbentuk oval itu, dibangun sebagai tempat tinggal manusia. Ukurannya kurang lebih 500 meter x 1.350 meter dan tinggi 8 meter.

Situs Ban Chiang pertama kali ditemukan pada tahun 1966. Sejak saat itu dilakukan penggalian dan yang kemudian dipelajari oleh para ahli arkeologi dari Thailand juga internasional.

Pengarajin tembikar di sekitar museum Pengrajin tembikar di sekitar museum Foto: Masaul/detikTravel
"Sejak tahun 1966, situs ini telah dipelajari dan seiring dengan kemajuan teknologi berhasil mengungkap situs berasal dari 1495 sebelum masehi. Bukti awalnya adalah para petani yang menetap di Asia Tenggara bersama alat-alat bercocok tanam. Ada pula bukti terkait teknologi pemeliharaan hewan ternak, pembuatan keramik, dan perunggu," urai Tom.

Luas total lahan pertanian diketahui seluas 67,36 hektar. Sekitar 0,09% di antaranya telah diekskavasi hingga tahun 2012.

"Para ahli menganggap pemukiman prasejarah ini menjadi bukti paling penting manusia purbakala yang ditemukan di Asia Tenggara. Mereka dipercaya sebagai penanda awal mula perkembangan budaya membuat persawahan,"

Sebagaimana diketahui bahwa situs Ban Chiang telah menjadi situs warisan dunia yang diakui oleh organisai pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan PBB , UNESCO. Para ahli menganggapnya sebagai pemukiman prasejarah yang menandai awal perkembangan budaya pertanian di Asia Tenggara yang dimulai dari rentang waktu1495 sebelum masehi hingga 900 sebelum masehi.

Dalam situs Ban Chiang ini, traveler dapat melihat kerangka manusia utuh yang di sisi-sisinya terdapat barang pecah belah dari keramik maupun perhiasan. Letaknya yang hanya 30 menit perjalanan darat dari pusat kota Udon Thani, menjadikannya sebagai alternatif destinasi wisata pendidikan.

Kerajinan yang menjadi usaha sampingan warga Kerajinan yang menjadi usaha sampingan warga Foto: Masaul/detikTravel
Selain itu, tak jauh dari lokasi terdapat pula desa pengrajin keramik yang hingga kini masi eksis. Desa tersebut bernama Kam Eo, Kabupaten Ban Chiang, Udon Thani.

"Mereka membuat tembikar hanya dari pesanan dan sebagian lainnya dijual di kota. Saat ini, jumlah mereka tidak lebih dari 10 keluarga yang menurunkan keahlian itu dari generasi ke generasi," tutup Tom. (bnl/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads