Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 12 Apr 2017 19:10 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

'Soekarno Sampai Jokowi' di Finlandia

Sudrajat
detikTravel
Foto: dok Bali Brunch
Helsinki - Bali Brunch merupakan satu-satunya restoran bertema Indonesia di Finlandia. Gampang mencarinya, ada gambar Soekarno sampai Jokowi di sana.

detikTravel mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Helsinki, Finlandia pekan lalu. Salah satu tempat yang dikunjungi adalah sebuah restoran bernama Bali Brunch.

Di luar soal menu, restoran Bali Brunch di Helsinki, Finlandia punya hiasan unik nan menarik. Hiasan itu berupa lukisan wajah sejumlah tokoh ala pahatan empat kepala Presiden Amerika Serikat di Gunung Rushmore di dekat South Dakota.

Hanya saja lukisan yang terpampang di dinding halaman depan restoran ini cuma menampilkan dua wajah presiden, yakni Sukarno dan Joko Widodo. Di antara kedua presiden ada wajah Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Susi Pudjiastuti. Satu lagi, ada tulisan Mt Rinjani (Gunung Rinjani).

Berfoto dengan 4 tokoh Indonesia dalam bentuk mural (Sudrajat/detikTravel)Berfoto dengan 4 tokoh Indonesia dalam bentuk mural (Sudrajat/detikTravel) Foto: undefined
"Itu ide saya karena suka sejarah dan kagum banget dengan keempat tokoh itu. Saya meniru Rushmore," kata Galih Ganesha Putra Bulgamin, satu dari empat pengelola Bali Brunch kepada Detiktravel, Sabtu (8/4/2017).

Lelaki yang telah belasan tahun bermukim di Helsinki itu secara panjang lebar menjelaskan sepak terjang ke empat tokoh tersebut. Bung Karno, kata dia, selain penggerak Indonesia menggapai kemerdekaan adalah Bapak Bangsa yang melahirkan Pancasila.

Sementara Jokowi disebutnya sebagai sosok sederhana yang berupaya mengimplementasikan ombak perubahan di Indonesia. Terkait Ahok, Galih menyebutnya sebagai figur yang membawa perubahan dengan prinsip transparansi birokrasi dan jujur.

(Sudrajat/detikTravel)(Sudrajat/detikTravel)

"Pak Ahok menguji culture dari kebhinnekaan Indonesia," ujarnya.

Sementara Susi merupakan contoh dan bukti bahwa pendidikan atau akademis bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan seseorang. Sekolah, kata Galih, adalah tempat untuk menimba ilmu, dan ibu Susi membuktikan bahwa yang penting adalah menimba ilmunya tersebut ketimbang tempat belajarnya.

"Terkadang, tempat belajar belum tentu memberikan sesuatu yang ingin atau tertarik untuk dipelajari," ujarnya.

Penggemar olah raga futsal itu mengakui dirinya hanya punya konsep, sedangkan yang memvisualkannya adalah Ainur.

"Dia teman baik saya. Papanya orang Turki, ibunya orang Finland," katanya.

Sejauh ini, para pengunjung cukup memberikan apresiasi terhadap keberadaan lukisan di dinding tersebut. Sebelum atau sesudah menyantap aneka hidangan di restoran Bali Brunch, mereka akan berpose di depan lukisan dinding tersebut. Terutama mereka yang pernah berkunjung ke Indonesia. (bnl/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA