Kenapa demikian? Di salah satu restoran bernama Genting Palace, tamu tak perlu mengeluarkan uang lebih dan sudah dilayani oleh pelayan.
"Masalah dining sejujurnya saya jarang makan begitu. Mulai dari pembukaan sampai penutup surprize juga. Saya kira prasmanan, ternyata eksklusif dan free! Suasananya pun paling beda," kata salah satu pemenang Pradikta Kusuma saat cruise meninggalkan perairan Ilocos Norte, Filipina, Sabtu (15/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau saya sudah pengalaman diner dan pernah beberapa kali. Di dalam fine dining attitude harus dijaga. Semalam kita belajar jadi priyayi sesuai adab barat dengan table manners-nya," imbuh Zudi Susanto.
Selain itu, kata Zudi, ia terkejut dengan nama makanan yang panjang, namun makanannya tak sesuai ekspektasi. Namun, semua makanan yang dipesannya terasa lebih enak.
Serupa namun tak sama, Sofian Syafri mengaku lapar setelah menonton sulap. Dialah yang menginisiasi untuk mencari makan lagi.
"Ternyata masih ada yang buka di Genting itu. Ternyata perlakuannya beda. Kita dilayani dan makanan harus dihabiskan dulu baru disuguhi makanan lagi, seperti itu. Pilihan makanannya pun enak sekali," ucap Sofian.
Terakhir, kata Rudi Chandra pengalaman makan di Genting membuatnya amat terkesan. Ia pun serasa menjadi 'tamu agung'.
"Makan di Genting sangat excited karena pertama juga makan dengan tata cara seperti orang Eropa. Makannya berurutan. Paling berkesan di sisi pelayanan yang fast respon. Seperti tamu agung," pungkas dia.
(msl/aff)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru