Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 09 Mei 2017 19:25 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Bumerang Biasanya Dilempar Balik Lagi, Ini Kok Enggak?

Fitraya Ramadhanny
Redaksi Travel
Farid Nayer dan bumerang yang tak bisa balik lagi (Fitraya/detikTravel)
Farid Nayer dan bumerang yang tak bisa balik lagi (Fitraya/detikTravel)
Katoomba - Bumerang adalah benda asli Australia yang terkenal kalau dilempar balik lagi. Namun ada bumerang yang tidak balik lagi, serta aneka fakta menarik lain soal Suku Aborigin di Katoomba.

detikTravel diajak Golden Rama Tours & Travel dan Destination NSW untuk menjelajah Blue Mountains, Selasa (18/4/2017). Jaraknya adalah 2 jam perjalanan dari Sydney atau sekitar 104 km.

Ada banyak destinasi di sana, yang paling terkenal adalah tebing batu unik dengan kisah legenda bernama batu Three Sisters. Nah, di dekatnya ada Waradah Aboriginal Centre, sebuah pusat kebudayaan Aborigin yang beralamat di World Heritage Plaza, Echo Point Road, Katoomba.

Di tempat ini ada pertunjukan tarian dan alat musik Aborigin, toko suvenir kerajinan Aborigin, galeri seni lukisan Aborigin dan semacam museum mini soal sejarah dan budaya Aborigin. Saya berjumpa dengan Farid Nayer, Managing Director Waradah Aboriginal Centre.

Suasana Waradah Aboriginal Centre (Fitraya/detikTravel)Suasana Waradah Aboriginal Centre (Fitraya/detikTravel)


"Di tempat ini orang bisa belajar segala hal tentang etnis Aborigin. Dari sejarah kita di masa lampau, sampai dengan artefak-artefak yang kita punya," kata Farid.

Farid memperlihatkan display tombak, keranjang dan tentunya bumerang, senjata khas Aborigin. Namun rupanya ada yang menarik yang wisatawan jarang tahu.

"Ada bumerang yang tidak bisa balik lagi, ini untuk berburu kanguru dan burung emu (sebesar burung onta-red)," kata Farid.

Farid menunjuk bumerang yang bentuknya seperti lambang centang, merek sepatu olahraga terkenal atau bisa juga dibilang mirip tongkat hockey. Menurut dia, bumerang yang tidak bisa balik lagi ini untuk mengincar kaki hewan buruan supaya dia lumpuh dan bisa ditangkap.

"Nah kalau bumerang yang bisa balik lagi, itu bentuknya simetris untuk berburu burung. Jadi kalau burungnya tidak kena, bumerangnya bisa balik lagi ke pelemparnya. Itulah bedanya dua bumerang ini," jelas dia.

Pertunjukan tarian Aborigin (Fitraya/detikTravel)Pertunjukan tarian Aborigin (Fitraya/detikTravel)


Tidak lupa kami menyempat diri untuk menonton live performance pertunjukan seni Aborigin. Tiketnya AUD 20 (Rp 196 ribu) untuk dewasa dan AUD 15 (Rp 147 ribu) untuk anak-anak. Ada 10 pertunjukan sehari, masing-masing sekitar 30 menit.

Dalam pertunjukan ini ditampilkan upacara adat ritual pembersihan hawa negatif dengan asap kayu. Ada juga aneka tarian yang terilhami dari hewan-hewan khas Australia.

Yang asyik adalah pertunjukan terompet khas Australia yang disebut Didgeridoo. Legendanya adalah kisah pemuda bernama Yidiki di timur laut Negeri Arnhem tempat tinggal Suku Yolgnu, yang menemukan kayu ajaib yang ternyata adalah terompet.

Didgeridoo hanya dimainkan oleh pria. Cara meniupnya juga unik dengan melakukan vibrasi bibir sambil meniup terompet dengan suara yang terilhami dari hewan Australia baik gerakan atau bunyi mereka.

Kunjungan ke Waradah Aboriginal Centre di Katoomba, sangat direkomendasikan untuk traveler yang liburan ke Sydney. Supaya kita tahu, seperti apa keunikan budaya penduduk asli Australia.

Pertunjukan terompet Didgeridoo (Fitraya/detikTravel)Pertunjukan terompet Didgeridoo (Fitraya/detikTravel)
(fay/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED

Foto: Shinkansen Made In China

Sabtu, 23 Sep 2017 23:15 WIB

China punya kereta 'Shinkansen' baru bernama Fuxing. Kereta cepat ini mampu melaju dengan kecepatan 400 Km/jam. Traveler mesti coba kalau liburan ke China.