Belajar Mensyukuri Hidup di Museum Kematian
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Belajar Mensyukuri Hidup di Museum Kematian

Johanes Randy Prakoso - detikTravel
Senin, 29 Mei 2017 19:30 WIB
Belajar Mensyukuri Hidup di Museum Kematian
Foto: Museum Kematian di New Orleans, AS (Museum of Death)
New Orleans - Layaknya hidup, kematian adalah hal mutlak yang akan dihadapi manusia. Mengingatkan akan hal tersebut, traveler bisa belajar bersyukur lewat museum kematian.

Seringkali manusia tidak menyadari betapa berartinya hidup ini sampai waktunya tiba. Hal itulah yang ingin diingatkan oleh Museum Kematian di New Orleans, AS.

Dilansir detikTravel dari situs resminya, Senin (29/5/2017), Museum of Death New Orleans diketahui merupakan cabang dari Museum of Death Hollywood. Keduanya memang sama-sama menampilkan kematian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertama kali digagas oleh JD Healy dan Catherine Shultz pada tahun 1995, Museum Kematian New Orleans memiliki tujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang kematian dan membuat orang bersyukur akan kehidupan.

Koleksi museum kematian yang menyeramkan (Museum of Death)Koleksi museum kematian yang menyeramkan (Museum of Death)
Oleh sebab itu, museum kematian berani menyinggung salah satu topik paling sensitif dalam hidup manusia. Ya, apalagi kalau bukan kematian.

Dalam durasi 45 menit, traveler bisa melihat koleksi kantong mayat, video otopsi, tulang belulang, surat hingga gambar yang dikirimkan oleh pembunuh bayaran. Ngeri!

Koleksi tulang belulang binatang pun ada (Museum of Death)Koleksi tulang belulang binatang pun ada (Museum of Death) Foto: (Museum of Death)
Apabila semua itu belum cukup seram, traveler juga bisa melihat video momen kematian lewat layar lebar. Ada juga pameran tentang terorisme, kanibalisme sampai kepala yang dibonsai. Semua tentang kematian.

Namun perlu diingat, pengunjung museum tidak diperbolehkan untuk memotret di dalam museum. Jika bernyali, museum kematian bukan setiap hari kecuali Selasa dari pukul 10.00-18.00 waktu setempat. Tiket masuknya adalah USD 15 atau sekitar Rp 199 ribu. Berani masuk ke dalamnya? (rdy/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads