Bukan Kapal Selam, Ini Kapal Pesiar dengan Jendela Bawah Laut

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Bukan Kapal Selam, Ini Kapal Pesiar dengan Jendela Bawah Laut

Ahmad Masaul Khoiri - detikTravel
Jumat, 09 Jun 2017 13:33 WIB
Bukan Kapal Selam, Ini Kapal Pesiar dengan Jendela Bawah Laut
Foto: Kapal pesiar yang bisa terlihat bawah laut (Ponant)
Marseille - Inovasi kapal pesiar terus dilakukan demi menggaet wisatawan. Tahun depan akan diluncurkan kapal pesiar dengan jendela bawah laut supaya bisa melihat isi lautan.

Dilihat detikTravel dari berbagai sumber termasuk situs resminya, Kamis (8/6/2017), adalah Ponant, perusahaan asal Marseille, Prancis yang membangunnya. Kapal pesiar ini sedianya cocok sekali digunakan dalam ekspedisi ke daerah kutub maupun perairan tropis.

Berbeda dengan kapal pesiar lainnya, perusahaan ini hanya berfokus pada pelayaran ekspedisi mewah, unik, dan eksklusif dengan penumpang terbatas. Kapal pesiar yang memiliki jendela bawah laut sendiri hanya berjumlah empat armada.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Traveler dijamin dengan pengalaman perjalanan baru dengan perpaduan unik antara penemuan dan kenyamanan luar biasa. Keempat kapal pesiar tadi akan membawa Anda ke daratan yang tidak diketahui, terpencil, dan tidak dapat diakses oleh kapal-kapal besar.

Pada tahun 2018 akan ada dua kapal yang diluncurkan, yakni Le Laperouse dan Le Champlain. Lalu disusul dua kapal lagi pada tahun 2019, yakni Le Bougainville dan Le Dumont-d'Urville.

Nantinya, setiap kapal didesain ramping, berteknologi mutakhir, dan ramah lingkungan. Kabinnya sendiri dirancang dengan elegan, kabin suite yang luas dengan jendela, dan area lounge yang terbuka ke luar, juga keempat kapal pesiar itu hanya berkapasitas 92 kabin termasuk suite.

Perusahaan ini yakin bahwa ialah sebagai perintis saat meluncurkan kapal pertama, Le LapΓ©rouse. Dalam hal ini menjadi kapal pesiar pertama yang dilengkapi dengan ruang bawah laut multisensor yang disebut Blue Eye. Le Champlain, Le Bougainville, dan Le Dumont-d'Urville akan menjadi yang berikutnya.

Ditukangi arsitek Jacques Rougerie, misinya adalah memungkinkan para penumpang untuk melihat dan merasakan alam bawah laut yang memukau. Ada tiga inovasi dalam kapal pesiar berjendela bawah laut ini.

Inpirasi ruangan ini berasal dari lanskap luar angkasa yang diperindah dengan adanya pemandangan berkonsep ubur-ubur. Inspirasi ini terlihat jelas di garis lounge, posisi bodi, furnitur, dan fiting.

Jika Anda masuk ke dalamnya akan langsung fokus pada jendela bawah laut berukuran 1,6x3,4 meter berbentuk seperti mata seekor ubur-ubur dan bisa melihat keadaan bawah laut subaquatic. Pencahayaan di ruangan ini amat indah.

Selain itu, Anda pun bisa melihat layar digital yang memproyeksikan keadaan di luar kapal karena dihubungkan oleh tiga kamera bawah laut secara live. Kamera itu ditempatkan di titik strategis kapal, kamera ini memungkinkan para tamu untuk menyaksikan lumba-lumba bermain di haluan kapal.

Inilah ruangan lagu khusus yang ditukangi oleh Michel Redolfi, seorang komposer musik kontemporer dan ahli desain suara. Penelitiannya terhadap musik subaquatic, menemukan suara khas bawah laut dan dipadukan dengan teknologi mutakhir memberi traveler pengalaman suara akustik yang unik.

Suara-suara ini dapat dirasakan melalui sofa yang diam-diam bergetar serentak sambil menawarkan sentuhan sensoris yang unik melalui resonansinya. Pendengaran secara global yang dirasakan seluruh tubuh, selaras dengan siklus alam laut dan akan membawa para tamu lebih dekat ke mamalia laut yang mungkin mereka lihat di balik lubang kaca.

Inilah ruangan yang digambarkan bagai proyektor bawah laut dan diyakini tidak mengganggu dalam pengamatan organisme dasar laut. Pengamatan alam bawah laut dari lounge Blue Eye ini diyakini pula sama amannya seperti pengamatan dari dek luar dan balkon kapal.

Terakhir, ada beberapa tujuan yang sudah direncanakan dari pelayaran kapa pesiar ini. Beberapa di antaranya adalah ke Kosta Rika, Amazon, Maladewa, Papua Nugini, Orinoco, Kepulauan Bissagos dan daerah kutub. Traveler dijamin menjadi pelaut sejati dengan programnya, yakni pemandangan spektakuler, observasi langsung dengan binatang liar, dan masih banyak lagi. (msl/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads