Dibuka sejak tahun 1860, awalnya Jardin d'Acclimatation didirikan sebagai sebuah taman margasatwa. Dibangun oleh Napoleon, awalnya taman ini terinspirasi dari sebuah taman di Inggris.
BACA JUGA: Cerita Kanal di Paris, Dulu Kotor Sekarang Bisa Buat Berenang
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir detikTravel dari situs Jardin d'Acclimatation, Senin (12/6/2017), dulu taman rekreasi itu sempat memajang manusia sebagai wahana rekreasi pada tahun 1877.
Wahana permainan di Jardin d'Acclimatation (jardindacclimatation.fr) |
Mayoritas manusia yang dipajang merupakan suku-suku terisolasi Afrika hingga Inuit. Mereka pun dibiarkan melakukan berbagai aktivitas pada umumnya, di mana hal itu menjadi tontonan bagi pengunjung kala itu.
Namun atraksi yang tidak berperikemanusiaan itu akhirnya ditutup pada tahun 1931. Setelah itu, Jardin d'Acclimatation pun berfokus sebagai taman rekreasi untuk anak-anak.
Bisa melihat flora (jardindacclimatation.fr) |
Kini sejarah kelam tersebut sudah tertutup dengan tawa anak-anak yang asyik menikmati berbagai wahana permainan. Tidak hanya itu, pengunjung juga bisa berinteraksi dengan berbagai hewan di area peternakan hingga memanen strawberi dan lainnya.
Sehari-hari Jardin d'Acclimatation buka dari hari Senin hingga Jumat dari pukul 11.00-18.00 waktu setempat. Harga tiket masuknya pun cuma tiga euro (Rp 44 ribu), belum termasuk harga untuk naik wahana.
BACA JUGA: Berani Baca? Kastil Cantik di Prancis yang Konon Disinggahi Iblis
(rdy/rdy)












































Wahana permainan di Jardin d'Acclimatation (jardindacclimatation.fr)
Bisa melihat flora (jardindacclimatation.fr)
Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah