Berjarak sekitar dua jam perjalanan darat dari Cluj di Romania, Geamana tidak ada ubahnya dengan sebuah kota hantu. Dikumpulkan detikTravel dari Reuters, Rabu (14/6/2017), keindahannya di masa lalu pun hanya menjadi kenangan seteleah terendam polusi.
Sejarahnya, dahulu terdapat sebuah tambang perunggu Rosia Poieni yang terletak di Pegunungan Apuseni. Atas kebijakan dari diktator Rumania Nicolae Ceausescu, penambangan besar-besaran pun dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun seperti diketahui, aktivitas penambangan selalu menyisakan limbah yang perlu dibuang. Oleh sebab itu, Nicolae memaksa penghuni dari Desa Geamana untuk meninggalkan rumahnya. Sebabnya, desa itu digunakan sebagai tempat penampungan limbah tambang.
Limbah akibat aktivitas penambangan perunggu (Bogdan Cristel/Reuters) |
Tercatat ada sekitar 400 keluarga yang terpaksa meninggalkan rumahnya akibat kebijakan Nicolae. Akhirnya Desa Geamana ditenggelamkan oleh limbah dari tambang perunggu.
Akibatnya keseluruhan desa berubah menjadi danau limbah, menyisakan hanya bagian atap menara yang masih tampak berdiri dari kejauhan. Hal itu sekaligus menjadi gambaran akan rusaknya alam oleh ketamakan manusia.
Hanya tersisa sebuah menara gereja (Bogdan Cristel/Reuters) |
Padahal apabila dilihat, masih tampak pepohonan dan rumput hijau di sekitar desa. Hanya bagian desa itu saja yang terisi oleh limbah berbagai warna. Sungguh pemandangan yang naas.
Walau sudah tidak ditinggali, tapi tak sedikit wisatawan yang datang untuk melihat Geamana kini. Sekiranya desa itu dapat menjadi pelajaran bagi traveler untuk selalu menghargai lingkungan dan tidak rakus.
BACA JUGA: Berkah Ramadan di Rumania (krn/rdy)












































Limbah akibat aktivitas penambangan perunggu (Bogdan Cristel/Reuters)
Hanya tersisa sebuah menara gereja (Bogdan Cristel/Reuters)
Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru