Umumnya pekerja di Indonesia bekerja efektif selama 5 hari dengan libur 2 hari saat weekend. Hanya lain halnya dengan Kota Sinop di Turki yang berjarak sekitar 5 jam perjalanan darat dari Ankara.
Dilansir detikTravel dari BBC, Senin (21/8/2017), Kota Sinop hanya punya 3 hari kerja atau dari Senin sampai Rabu. Weekendnya pun dimulai dari hari Kamis dan bukan Sabtu. Masyarakat yang tinggal di kota ini pun diketahui sangat bahagia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kota ini hanya punya 3 hari kerja (Joshua Allen/BBC) |
Selain waktu kerja yang jauh lebih singkat dari umumnya, kebahagiaan yanga ada di masyarakat Kota Sinop juga dipengaruhi oleh pemikiran filsuf setempat yang bernama Diogenes.
Diogenes percaya, kalau manusia harus menikmati hidup dengan apa yang dia punya tanpa harus mempedulikan sesuatu yang tidak mereka miliki seperti diungkapka Profesor Stephen Voss dari Fakultas Psikologi Universitas Bogazici.
Patung Diogenes Foto: (Joshua Allen/BBC) |
Saat bertemu dengan Diogenes di luar rumahnya, Alexander Agung pun mengatakan kalau Diogenes boleh meminta apapun darinya. Ketimbang meminta barang atau harta benda, Diogenes malah meminta Alexander Agung untuk minggir karena telah menghalangi sinar matahari. Sungguh luar biasa.
Bahkan jika berkunjung ke Sinop, traveler masih dapat menjumpai Patung Diogenes di pusat kota. Hal itu pun menjadi bukti, kalau gaya hidup Diogenes masih diadopsi oleh masyarakat sekitar.
Saking santainya, traveler malah bisa menemukan masjid yang berdiri di samping sebuah bar. Padahal Pemerintah Turki melarang keberadaan bar atau tempat minum dalam radius 100 meter dari Masjid.
Melihat fakta yang ada, agaknya Sinop merupakan salah satu kota yang sangat damai dan santai. Tinggal di Sinop saja apa?
(rdy/aff)












































Kota ini hanya punya 3 hari kerja (Joshua Allen/BBC)
Patung Diogenes Foto: (Joshua Allen/BBC)
Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama