Wisata Ekstrem China, Mampir ke Bekas Reaktor Nuklir

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Wisata Ekstrem China, Mampir ke Bekas Reaktor Nuklir

Ahmad Masaul Khoiri - detikTravel
Rabu, 06 Sep 2017 19:10 WIB
Wisata Ekstrem China, Mampir ke Bekas Reaktor Nuklir
Salah satu lorong di China 816 Nuclear Military Plant (Dok. Christopher Cottrell/CNN Travel)
Chongqing - China membuka bekas pembangkit nuklir Kota Chongqing bagi para wisawatan. Komplek nuklir ini merupakan peninggalan Perang Dingin.

Dilansir dari CNN Travel, Rabu (6/9/2017), traveler akan memasuki terowongan gelap di bawah lampu merah dan biru yang menakutkan. Lampu-lampu itulah yang menjadi cahaya penerangan selama berkunjung. Udara gua juga dingin, berdebu, dan terlihat beton yang baru dicuci.

Melewati pintu besi hijau, ada sebuah gua beton seukuran lapangan sepak bola terbuka. Dinding-dindingnya membentang setinggi 30 meter yang menampilkan panel film neon litium dengan gambar senjata atom dan pemrosesan plutonium. Di seberang aula, di dinding lain menampilkan awan jamur oranye yang berapi-api.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sepertinya, inilah tiruan dari film Armageddon yang dipenuhi truk-truk tentara China yang berukuran mini dan replika bom atom China pertama. Bom itu diledakkan selama uji coba nuklir pada tahun 1964.

Anak kecil berpose dengan replika bom atomAnak kecil berpose dengan replika rudal (Dok. Christopher Cottrell/CNN Travel)


Kini, traveler bisa menikmatinya bersama keluarga dan teman serta berpose untuk foto selfie. Inilah Pembangkit Nuklir China 816 atau China 816 Nuclear Military Plant.

Traveler dapat melihat sisa Perang Dingin dan fasilitas pemrosesan senjata yang terkubur di Pegunungan Chongqing. Menjadi saksi sejarah era plutonium, gua buatan manusia ini jadi salah satu terbesar di dunia.

Pembangunannya dimulai pada tahun 1967. Menurut data pemerintah, lebih dari 60.000 tentara bekerja di sana selama 17 tahun sebelum dimatikan atau berhenti operasi pada tahun 1984.

Salah satu diorama kekuatan nuklirSalah satu diorama kekuatan nuklir (Dok. Christopher Cottrell/CNN Travel)


Fasilitas yang terbilang rahasia ini pernah dibuka untuk masyarakat China namun hanya sebentar pada tahun 2010. Setelah itu ditutup kembali.

Fasilitas seluas 104.000 meter persegi ini dipenuhi dengan 18 gua dan 130 terowongan. Baru dibuka lagi dan kali ini sebagai tujuan wisata yang bisa diakses pengunjung internasional.

Saat traveler melewati diorama-dorama nuklir, Anda akan berjalan melalui terowongan tubular yang dilapisi lampu biru, merah, dan hijau, yang memberikan efek visual yang menakjubkan. Di koridor ini ada kamar beton yang diberi warna oranye, biru dan hijau yang menjadi bayangan menuju tangga ruangan reaktor meter.

Ruangan reaktor meterRuangan reaktor meter (Dok. Christopher Cottrell/CNN Travel)


Pencahayaan hijau di beberapa sudut menyoroti proses pengolahan radioaktif. Radioaktif itu terbungkus kaca pelindung.

Kamar lain diterangi oleh lampu sederhana yang memperlihatkan dinding dan ubin putih dan biru. Ada celah gelap dengan area yang luas juga terlarang dimasuki wisatawan.

Sepertiga tur terakhir akan membawa pengunjung ke dalam ruangan labirin beton yang diterangi dengan layar terang seperti di film sci-fi. Ada plakat yang mencatat tentang heroiknya para insinyur dan Perang Dingin, pengetahuan komunis China.

Simbol 816Simbol 816 (Dok. Christopher Cottrell/CNN Travel)


Sebuah instalasi seni berupa tabung plastik berwarna hijau limau mewakili batang nuklir yang pernah ada di sini. Di atas ruangan ada karat yang telihat memakan logam mewarnai tembok.

Di aula yang terakhir memiliki langit-langit setinggi 60 meter dengan diterangi dengan lampu putih. Ada ruangan laboratorium seperti milik profesor gila dengan lampu hijau menjijikkan yang menerangi lantai kaca.

Dalam gambaran tur ini hanya sepertiga dari 816 yang saat ini terbuka. Di daerah pegunungan lainnya masih ada lagi dan sangat terbatas bagi wisatawan. Pejabat setempat berencana untuk membuka bagian lain di masa depan.

Pengalaman menjelajah komplek pembangkit nuklir Chongqing selama dua jam sudah cukup serasa lebih dari cukup. Inilah wisata sains dan sejarah dramatis. (msl/krn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads