Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 02 Nov 2017 20:40 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Peninggalan Uni Soviet yang Sangat Berbahaya di Asia

Afif Farhan
detikTravel
Salah satu sudut Pulau Vozrozhdeniya (BBC)
Tashkent - Pernah dengar nama Vozrozhdeniya? Ya, namanya memang sulit dieja. Inilah pulau peninggalan Uni Soviet yang sangat berbahaya, celakanya di Asia!

Beberapa media internasional seperti BBC, CNN dan News Australia pernah mengulas Pulau Vozrozhdeniya. Dirangkum detikTravel, Kamis (2/10/2017) Pulau Vozrozhdeniya berlokasi di Laut Aral yang merupakan perbatasan Uzbekistan dan Kazakhstan. Masuk dalam kawasan Asia Tengah.

Sejak tahun 1900-an, Pulau Vozrozhdeniya adalah desa nelayan dan penduduknya hidup dengan tenang. Sampai Uni Soviet menguasai pulaunya di tahun 1950-an, lalu menjadikannya sebagai kota militer. Belum selesai, mereka juga membangun laboratorium senjata biologis!

Uni Soviet menguji coba bakteri patogen. Beberapa penyakit seperti antraks, cacar, pes, tipus, brucellosis, dan tularemia diuji untuk dijadikan senjata biologis yang mematikan.

Pulau Vozrozhdeniya di Laut Aral, bagian atas (dipisahkan garis hitam) adalah Kazakhstan dan bawahnya Uzbekistan (Google Maps)Pulau Vozrozhdeniya di Laut Aral, bagian atas (dipisahkan garis hitam) adalah Kazakhstan dan bawahnya Uzbekistan (Google Maps)


"Kami menggunakan 100-300 monyet sebagai kelinci percobaan. Mereka akan disuntikan bakteri patogen, lalu dicocokan apakah matinya sesuai dengan prediksi. Setelah itu kita melakukan optosi," ujar Gennadi Lepyoshkin, seorang dokter, ahli mikrobiologi dan pensiunan kolonel di satuan militer Uni Soviet yang pernah bekerja di Pulau Vozrozhdeniya.

Pulau Vozrozhdeniya kala itu dihuni sekitar 1.500 orang warga Uni Soviet. Mereka adalah tentara serta para ilmuwan. Awalnya air di sana bersih dan perairannya kaya dengan ikan. Sampai tahun 1970-an, terjadilah bencana!

Diawali oleh 3 tentara yang meninggal dengan misterius. Kemudian berlanjut, dengan beberapa penduduk terkena cacar yang parah. Banyak juga tentara yang jatuh sakit hingga meninggal karena antraks.

Sisa-sisa reruntuhan dan puing-puing di Pulau Vozrozhdeniya (Nick Middleton/BBC)Sisa-sisa reruntuhan dan puing-puing di Pulau Vozrozhdeniya (Nick Middleton/BBC)


Tahun 1980-an, orang-orang di Pulau Vozrozhdeniya mengevakuasi diri. Pulaunya lama-lama ditinggalkan, apalagi Uni Soviet sendiri runtuh di tahun 1991. Banyak bangunan terbengkalai begitu saja.

Para ilmuwan dunia pun dibuat penasaran dengan isi Pulau Vozrozhdeniya. Sayangnya, datang ke sana bukanlah hal mudah. Banyak ilmuwan atau jurnalis yang pulang dari sana dalam keadaan sakit. Siapapun yang datang harus memakai pakaian kontaminasi khusus.

Ilmuwan yang datang ke sana harus memakai pakaian khususIlmuwan yang datang ke sana harus memakai pakaian khusus (Nick Middleton/BBC)


Yang lebih parah, bakteri patogen dari Pulau Vozrozhdeniya diyakini menyerang desa-desa nelayan di sekitar Laut Aral. Ada kasus nelayan yang meninggal saat sedang memancing, hingga 50 ribu antelope mati tanpa sebab yang jelas!

Baik pemerintah Uzbekistan dan Kazakhstan, sudah mengevakuasi warganya untuk menjauh dari Pulau Vozrozhdeniya yang tinggal di pulau-pulau di sekitarnya. Belum ada kejelasan lebih lanjut, mau diambil tindakan seperti apa terhadap pulau itu. Beberapa media setempat menulis, pemerintah Uzbekistan dan Kazakhstan bekerja sama untuk menghilangkan bakteri patogen di Pulau Vozrozhdeniya.

Jadilah sampai saat ini, Pulau Vozrozhdeniya yang juga disebut dengan nama Aralsk-7 adalah peninggalan yang sangat berbahaya dari Uni Soviet.

Sisa-sisa bangunan di Pulau Vozrozhdeniya Sisa-sisa bangunan di Pulau Vozrozhdeniya (Nick Middleton/BBC)


(aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA