Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 11 Des 2017 12:30 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Wisata Kuliner Creole Khas Seychelles yang Unik Banget

Fitraya Ramadhanny
Redaksi Travel
Sajian Lunch Planteur dengan kuliner khas Creole (Fitraya/detikTravel)
Sajian Lunch Planteur dengan kuliner khas Creole (Fitraya/detikTravel)
Jakarta - Mayoritas penduduk negara kepulauan Seychelles adalah etnis Creole. Mereka punya wisata kuliner tersendiri yang harus dicoba wisatawan kalau datang ke sana.

Seychelles adalah negara kepulauan di lepas laut timur benua Afrika, bertetangga dengan Madagaskar. 93 Persen penduduknya adalah orang Afrika dari etnis Creole, etnis pesisir timur Afrika. Mereka juga kecampuran India, itu yang menyebabkan etnis Creole juga unik.

Kuliner asli Seychelles sangat dipengaruhi oleh citarasa India. Kari menjadi masakan andalan. Namun kuliner Creole punya ciri khas tersendiri, yaitu bumbu karinya dominan di santan, bukan rempah lain. Seafood menjadi andalan pilihan daging, dan beberapa buah menjadi olahan masakan seperti pepaya, jambu air dan labu.

detikTravel pun Sabtu (9/12/2017) atas undangan Seychelles Tourism Board (STB) dan Kedubes Seychelles Jakarta, berkesempatan mencicipi hidangan Creole khas Seychelles di restoran Le Jardin du Roi, yang berarti kebun sang raja. Restoran ini ada di lereng bukit di daerah Anse Royal, 21,3 km dari Ibukota Victoria.

Micheline Georges (Fitraya/detikTravel)Micheline Georges (Fitraya/detikTravel)

Restoran ini konsepnya rumah makan di tengah kebun raya seluas 25 hektar dengan sekitar 95 spesies tumbuhan termasuk beberapa tumbuhan endemik asli Seychelles. Saya berjumpa dengan pemiliknya Micheline Georges.

"Setiap hari Minggu kami menyediakan paket menu makan siang khusus bertema Creole. Sesuatu yang kita ambil dari kebun kita sendiri," kata perempuan paruh baya ini.

Hari itu masih Sabtu, tapi karena permintaan khusus dari STB untuk kunjungan detikTravel maka Micheline menyiapkan menu istimewanya. Paket bernama Lunch Planteur ini terdiri dari 3 course meal.

Untuk entree atau apetizer ada ikan asap dengan salad pepaya, segar-segar gurih rasanya. Main course lebih seru lagi karena ada 6 menu sekaligus. Nasi didampingi salad jambu, puree kacang lentil, kari ayam, salad pepaya, kari sayur dan pisang santan.

Suasana restoran Le Jardin du Roi (Fitraya/detikTravel)Suasana restoran Le Jardin du Roi (Fitraya/detikTravel)

Baru kali ini saya makan nasi kari dengan buah jambu, pepaya dan pisang. Perpaduan rasanya mengejutkan. Nasi bertemu kari yang gurih, lantas bertemu buah dan sayur. Seafood dan buah, itulah unsur penting dalam masakan Creole.

Pencuci mulut pun tidak jauh dari ciri khas kuliner Creole. Saya mendapatkan es krim dengan kepala parut yang dicelup ke gula merah dan terkaramelisasi. Nyamm!

"Saya banyak menerima turis dari Jerman dan kawasan lain," kata Micheline.

Toko suvenir di Resto Le Jardin du Roi (Fitraya/detikTravel)Toko suvenir di Resto Le Jardin du Roi (Fitraya/detikTravel)

Mereka tidak hanya makan, namun juga jalan-jalan di kebun rayanya. Yang unik ada Coco de Mer, buah kelapa rakasa. Satu lagi adalah kura-kura raksasa. Dua hal ini yang bikin kunjungan ke Le Jardin Roi jadi lebih asyik.

Kalau tidak mau jalan-jalan, nikmati saja suasana resto. Ada balkon untuk melihat lautan di sekitar Pulau Mahe. Ada juga bangku-bangku taman untuk menikmati pemandangan lepas dari ketinggian bukit.

Paket Lunch Planteur ini harganya SR 399 atau sekitar Rp 400.000 per orang. Agak mahal, tapi setimpal dengan pengalaman kuliner yang ditetapkan untuk wisatawan. Sebelum pulang, jangan lupa mampir di toko suvenir bertema Seychelles.

Mau tahu seperti apa lezatnya makanan khas Creole? Ayo tonton dulu videonya:

(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
NEWS FEED

Foto: Lokomotif Tertua di Blora

Kamis, 18 Jan 2018 21:58 WIB

Liburan akhir pekan ke Blora, ada atraksi baru yang bisa traveler coba, namanya Loco Tour. Traveler akan diajak jalan-jalan dengan lokomotif tertua di Blora.