Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 24 Jan 2018 12:10 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Kota Pertama di Dunia yang Akan Kehabisan Air Bersih

Wahyu Setyo Widodo
Redaksi Travel
Foto: Ilustrasi Kota Cape Town di Afsel (Thinkstock)
Foto: Ilustrasi Kota Cape Town di Afsel (Thinkstock)
Cape Town - Kalau ada kota pertama di dunia yang kehabisan air bersih, itu adalah Kota Cape Town di Afrika Selatan. Kabarnya air di Cape Town akan habis 90 hari ke depan.

Cape Town adalah ibu kota legislatif, sekaligus kota terpadat kedua di Afrika Selatan setelah Johannesburg. Di Cape Town, sebenarnya ada banyak spot wisata menarik yang bisa dieksplorasi traveler. Dari mulai Kirstenbosch Botanical Garden, Robben Island, Table Mountain, sampai Tanjung Harapan.

Namun sayang, salah satu kota tujuan turis di Afrika Selatan ini mesti menghadapi kenyataan yang cukup pahit. Bahwa cadangan air bersih di kota ini hanya akan cukup dipakai selama kurang dari 90 hari ke depan.

Dihimpun detikTravel dari berbagai sumber, Rabu (24/1/2018), cadangan air di Cape Town diperkirakan habis pada tanggal 22 April mendatang. Habis dalam artian suplai air bersih untuk warga akan distop sama sekali. Hari ini akan disebut warga Cape Town sebagai 'Day Zero'.

Ilustrasi kekeringan (Getty Images)Ilustrasi kekeringan (Getty Images)


Pemerintah Kota Cape Town akan menghentikan pasokan air untuk warga, termasuk juga ke hotel-hotel yang diinapi traveler. Pengecualian diberikan untuk tempat berkebutuhan khusus seperti rumah sakit.

Pemerintah pun menghimbau 4 juta orang warga yang tinggal di Cape Town agar menghemat air semaksimal mungkin. Satu orang dibatasi tidak boleh lebih dari 87 liter air (setara 19 galon) setiap hari.

Selain diminta untuk berhemat, warga Cape Town juga dihimbau untuk mendaur ulang air yang sudah mereka gunakan untuk mandi. Kegiatan-kegiatan seperti mencuci baju, mencuci mobil, menyiram tanaman, sampai mengisi kolam renang juga diminta untuk dikurangi.

Peter Flower, Kepala Departemen Perairan dan Sanitasi Cape Town mengatakan kenyataan bahwa cadangan air bersih di kotanya akan segera habis adalah fakta yang amat menakutkan.

"Pelanggan di perumahan adalah pemakai air terbesar di Cape Town. Jika kita bisa menurunkan jumlah pemakaian hingga di bawah 500 liter per hari, kami yakin bisa menghindari 'day zero'," ungkap Peter seperti ditulis media South Africa Times.

Ilustrasi kekeringan (Getty Images)Ilustrasi kekeringan (Getty Images)


Krisis air bersih di Cape Town ini diakibatkan oleh perubahan iklim yang amat drastis. Sudah lewat 3 musim penghujan, tetapi curah hujan yang turun di Cape Town terus di bawah rata-rata. Akibatnya cadangan air di bendungan-bendungan juga turut menurun.

Cadangan air di bendungan diperkirakan hanya tersisa di bawah 30% saja. Jika cadangan air di bendungan menyentuh angka 13,5% suplai air bersih untuk warga akan dihentikan. Padahal musim hujan selanjutnya baru akan datang pada bulan Juni nanti.

Beberapa alternatif pun mulai dijalankan, termasuk opsi desalinasi air laut, karena Cape Town diapit oleh 2 samudera. Semua itu ditempuh agar Cape Town tidak kekeringan. Meski beberapa orang menilai upaya ini sudah telat. (wsw/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED