Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 10 Feb 2018 08:59 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Dunia Salju Desa Shirakawa, Jepang Banget!

Fitraya Ramadhanny
detikTravel
Wisatawan berkunjung di Desa Shirakawa-go (Fitraya/detikTravel)
Wisatawan berkunjung di Desa Shirakawa-go (Fitraya/detikTravel)
Shirakawa - Inilah destinasi wajib liburan musim dingin di Jepang. Sebuah desa yang jadi situs UNESCO dengan rumah tradisional dan hamparan salju yang tebal.

Desa Shirakawa-go berada di Gifu, pegunungan di sisi barat Pulau Honshu, Jepang. Perlu diketahui, bagian Jepang yang menghadap ke Korea dan Rusia lebih dulu mendapatkan salju dari pada yang menghadap ke Hawaii dan Samudera Pasifik.

Itu sebabnya desa wisata ini menjadi tujuan wisatawan begitu musim dingin tiba. detikTravel berkunjung kesana beberapa pekan lalu. Kota terdekatnya adalah Kanazawa (1 jam 15 menit perjalanan) dan Takayawa (50 menit perjalanan)

Dari Kanazawa saja, wisatawan sudah disambut hujan salju, meskipun tipis-tipis saja. Dari sana wisatawan naik bus antar kota ke Shirakawa-go lewat jalan tol dan pemandangan Pegunungan Ryohaku yang memutih karena salju.

Suasana yang penuh salju di Shirakawa (Fitraya/detikTravel)Suasana yang penuh salju di Shirakawa (Fitraya/detikTravel) Foto: Fitraya Ramadhanny


Setelah 1 jam 15 menit perjalanan, bus keluar dari jalan tol dan langsung masuk jalan desa dengan salju yang tebal sekali. Suhu di musim dingin bisa mulai dari -10 derajat sampai 10 derajat Celcius. Brrr!

Terminal busnya merangkap kantor informasi wisata, sekaligus tempat berteduh wisatawan dari hujan salju yang lebat. Wisatawan bisa mengambil peta desa dan rute trekking untuk menjelajah desa wisata ini. Rute paling umum yang hanya mengikuti jalan utama desa saja, sementara rute lainnya mengambil jalan-jalan kecil yang tentunya penuh dengan salju.

Desa Shirakawa-go menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1995. Yang membuat desa ini istimewa adalah rumah-rumah tradisional Jepang beratap jerami dan berdinding kayu yang disebut Gassho Zukuri.

Rumah tradisional Gassho Zukuri (Fitraya/detikTravel)Rumah tradisional Gassho Zukuri (Fitraya/detikTravel) Foto: Fitraya Ramadhanny
Sebagian masih ditinggali, sebagian lagi menjadi rumah display untuk wisatawan. Isinya tampilan kesenian, kerajinan tradisional dan pertunjukan budaya khas Jepang. Masuk ke desa ini gratis, namun masuk ke rumah display budaya ini mesti bayar.

Berjalan-jalan di desa penuh salju ini sungguh pengalaman yang asyik, apalagi kalau traveler datang dari negara tropis. Di ujung atap rumah warga, kita melihat tetesan air hujan membeku menjadi batang es.

Kolam desa nyaris membeku permukaannya. Sungai besar di samping desa tampak berkelok dengan latar hutan yang berselimut salju. Semua pemandangannya serba putih bersih. Asyik banget!

Burung Tit Oriental khas Jepang (Fitraya/detikTravel)Burung Tit Oriental khas Jepang (Fitraya/detikTravel) Foto: Fitraya Ramadhanny
Saya menjumpai burung Tit Jepang alias Tit Oriental (Parus minor) yang sendirian bertahan di tengah salju. Di musim dingin, dia bertahan hidup dengan mencari makanan sisa yang dibuang warga atau wisatawan di dekat tempat sampah.

Kalau mencari keramaian, tinggal menyusuri jalan utama Desa Shirakawa. Di kanan dan kiri jalan berjejer toko suvenir, cafe, restoran dan toko makanan ringan. Buldozer salju tampak sedang bekerja menyingkirkan salju yang tebal.

Jalur trekking yang ditutup karena salju (Fitraya/detikTravel)Jalur trekking yang ditutup karena salju (Fitraya/detikTravel) Foto: Fitraya Ramadhanny


Sayang sekali, karena hujan salju cukup lebat saat itu, kami tidak sempat naik ke bukit untuk melihat Shirakawa dari ketinggian karena jalur trekkingnya ditutup. Meski begitu, jalan-jalan 2-4 jam di Shirakawa sudah puas rasanya, karena desa ini tidak terlalu besar. Sebotol minuman panas akan menjadi penutup perjalanan yang sempurna di Shirakawa-go.

Cara ke sana:

Traveler bisa naik kereta apa saja ke Kota Kanazawa. Dari sana naik Nohi Bus, sebaiknya pesan tiket online agar tidak kehabisan. Harga tiket bus 3.400 Yen PP (Rp 427 ribu).

(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED