Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 13 Feb 2018 07:50 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Jauh dari Modern, Ini Kehidupan di Atas Pegunungan Yaman

Bona
detikTravel
Salah seorang gadis di pemukiman (Abduljabbar Zeyad/Reuters)
Salah seorang gadis di pemukiman (Abduljabbar Zeyad/Reuters)
Raymah - Di puncak Pegunungan Dhalamlam, Yaman, ada perkampungan yang menarik. Di pemukiman ini, masyarakatnya jauh dari kata modern tapi punya kereta gantung.

Diintip detikTravel dari berbagai sumber, Selasa (13/2/2018) di puncak Pegunungan Dhalamlam, terdapat pemukiman yang belum modern. Mereka hidup tanpa listrik atau air mengalir.

Hal ini disebabkan oleh perang sipil yang ada di Yaman. Penduduk pun hanya menggunakan cahaya matahari sebagai penerangan alami.

Saat malam tiba, mereka akan masak dengan perapian terbuka. Hal ini juga menjadi penerang di kala malam. Untuk mengolah bahan makanan seperti tepung pun dibuat secara tradisional.

Rumah wargaRumah warga Foto: (Abduljabbar Zeyad/Reuters)
Masuk ke dalam Distrik Jafariya di Propinsi Raymah Barat, sekitar 90 km dari Ibukota Sana'a, para penduduknya punya cara sendiri untuk mengangkut barang. Mereka menggunakan kereta gantung yang dihidupkan dari generator mobil.

Kereta gantung ini hanya digunakan untuk mengantar barang dari satu puncak ke puncak yang lain sepanjang 1.200 meter. Karena ternyata ada banyak pemukiman di puncak pegunungan.

Namun tak semua bisa dicapai dengan kereta gantung. Seringkali, para penduduk mengangkut barang-barang kebutuhan yang dibeli di kota dengan menggunakan keledai sampai puncak. Jangan bayangkan undakan anak tangganya,banyak dan berat. Kamu nggak akan kuat!

Kebanyakan dari penduduk mencari nafkah dengan bercocok tanam dan berternak lebah madu. Jangan salah, madu dari desa-desa puncak ini dijual di seluruh Yaman karena punya kualitas yang bagus.

Membut tepung secara tradisionalMembut tepung secara tradisional Foto: (Abduljabbar Zeyad/Reuters)
"Meskipun mengalami kesulitan dalam hidup, kita masih tinggal di sini, seperti nenek moyang dan nenek moyang kita. Kita menanam kopi dan gandum seperti yang mereka lakukan, dan kita sudah terbiasa dengan kehidupan ini dengan segala kekejaman dan kesulitan yang ekstrem," kata Mohammad Yahya Haidar.

Cara mereka mendapatkan air adalah dengan menampung air hujan dan dari dalam batu yang sudah ada selama ratusan tahun. Jika hari cukup panas, penampungan air ini digunakan oleh anak-anak untuk bermain air.

kereta gantungkereta gantung Foto: (Abduljabbar Zeyad/Reuters)
(bnl/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED