Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 14 Feb 2018 08:20 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Perang Jeruk di Italia, Festival Seru yang Bikin Memar

Syanti Mustika
Redaksi Travel
Foto: (Alessandro Bianchi/Reuters)
Foto: (Alessandro Bianchi/Reuters)
Ivrea - Ada Perang Jeruk di Ivrea, Italia. Orang-orang berperang dengan ratusan ton jeruk sampai muka memar bahkan berdarah. Tapi festival ini seru!

Di Italia terdapat festival yang paling ditunggu oleh masyarakatnya. Festival ini bukan parade makanan maupun pakaian yang unik, tetapi festival ini diramaikan dengan perang lempar-lemparan jeruk!

Diintip detikTravel dari situr pariwisata Italia, Selasa (14/2/2018) festival ini dapat dilihat di Kota Ivrea di Provinsi Turin, Italia, 116 km dari Kota Milan. Puluhan ribu masyarakat akan berkumpul dan saling melemparkan jeruk ke arah orang-orang yang berpakaian penjaga.

Perang Jeruk ini dikenal juga dengan nama Battaglia Delle Arance atau Carnevale d'Ivrea. Festival ini biasa dilaksanakan di bulan Februari setiap tahunnya selama tiga hari.

Jeruk-jeruk untuk berperang selama festival (Alessandro Bianchi/Reuters)Jeruk-jeruk untuk berperang selama festival (Alessandro Bianchi/Reuters)

Ada cerita di balik festival Perang Jeruk ini. Dahulunya terjadi perang saudara antara masyarakat Ivrea dengan Pasukan Kerajaan Napoleon. Perang ini dipicu oleh peristiwa pemerkosaan gadis muda bernama Mugnaia oleh salah satu aparat pemerintah. Tragisnya lagi, Mugnaia membalas dendam dengan memenggal kepala pemerkosanya.

Untuk mengenang peristiwa tersebut, orang-orangpun mengadakan festival ini dengan mengganti anak panah dengan buah jeruk. Selama festival, orang-orang dibagi menjadi dua tim. Menjadi masyarakat biasa (yang berjalan kaki) dan pasukan Napoleon (yang berada di atas kereta kuda).
Orang-orang saling lempar jeruk dan menahan sakit (Alessandro Bianchi/Reuters)Orang-orang saling lempar jeruk dan menahan sakit (Alessandro Bianchi/Reuters)
Sebanyak 400 ton jeruk dihabiskan untuk perang ini. Biasanya orang-orang yang menjadi paskuan Napoleon akan menggunakan pelindung kepala, karena mereka lah yang menjadi sasaran dan bulanan masyarakat. Mereka pun saling lempar dan harus menahan rasa sakit dan memar.

Bagi traveler yang ingin menonton dari jarak dekat, biasanyanya menggunakan pelindung kepala berwarna merah sebagai pertanda penonton. Setelah perang-perangan selama tiga hari, acara nantinya akan ditutup dengan makan besar. Walau banyak memar bahkan ada yang terluka mengeluarkan darah terkena lemparan jeruk, namun orang-orang senang dan menikmati festival ini.

(sym/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED

Foto: Penjara di Bawah Air

Sabtu, 19 Mei 2018 22:05 WIB

Pernah terbayang penjara underwater? Di Estonia ada bekas penjara yang dulunya tambang kapur dan terendam air bersih yang dipompa. Pemandangannya cantik.