Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 17 Feb 2018 23:50 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Manusia Kulit Sisik Seperti Musuh Black Panther, Ada di Dunia Nyata

Afif Farhan
Redaksi Travel
Erik Killmonger, musuh Black Panther dengan kulit penuh sisik (Marvel Entertainment/Youtub)
Erik Killmonger, musuh Black Panther dengan kulit penuh sisik (Marvel Entertainment/Youtub)
Wewak - Sudah nonton film 'Black Panther'? Erik Killmonger yang diperankan Michael B Jordan adalah musuhnya yang punya kulit seperti sisik. Itu sungguhan ada di dunia!

Dalam film 'Black Panther', T'Challa sang Raja Wakanda menghadapi beberapa musuh. Yang dinilai paling kuat, sudah pasti Erik Killmonger. Bagi yang sudah menonton filmnya, atau melihat official trailer, Erik Killmonger punya tampilan yang mengerikan.

Perhatikan kulitnya yang seperti sisik. Itu terlihat ketika dia membuka bajunya, dan badannya dipenuhi banyak sisik tersebut. Mungkin banyak yang berpikir kalau itu 'ya cuma di film doang'. Eits jangan salah, di dunia nyata sungguhan ada!

Adalah suku Chambri yang hidup di pedalaman Papua Nugini, yang dijuluki Manusia Buaya. Tak ayal, karena mereka punya sisik di tubuhnya.

Erik Killmonger yang kulitnya terlihat bersisik Erik Killmonger yang kulitnya terlihat bersisik (Marvel Entertainment/Youtube)


Tentu, sisik itu tidak muncul secara alamiah. Usut punya usut, mereka punya tradisi berupa menyayat badan dan membentuk kulit di badannya. Sehingga, menjadi mirip sisik buaya yang menonjol-nonjol!

Di sekitar tempat tinggal suku Chambri, baik di Danau Chambri dan Sungai Sepik masih banyak buaya yang hidup. Ada dua jenisnya, buaya Papua Nugini dan buaya muara. Ukurannya besar-besar, dari 4 sampai 7 meter!

Bagi Suku Chambri, buaya merupakan hewan yang sangat diagungkan. Sebab mereka percaya, leluhur mereka dulunya adalah buaya yang semacam berevolusi ke daratan dan berubah menjadi manusia. Mereka juga menjaga kehidupan buaya dan tidak memburunya.

Inilah sayatan yang menyerupai sisik buaya pada suku Chambri (Daniel NADLER/Youtube)Inilah sayatan yang menyerupai sisik buaya pada suku Chambri (Daniel NADLER/Youtube)


Tradisi menyayat badan dan membentuk kulit di badan menjadi mirip sisik buaya, sudah dilakukan sejak zaman dulu. Tradisi ini merupakan suatu tanda seorang pria menjadi dewasa dan dipercaya akan membuat para pria menjadi orang yang kuat karena mampu melewati rasa sakitnya. Biasanya dilakukan dari mulai 11 tahun hingga 25 tahun.

Yang menyayatnya, adalah kepala suku. Mereka yang disayat pun harus menahan rasa sakit, kala pisau mencabik-cabik kulit mereka. Kabarnya, tak sedikit juga ada yang meninggal karena kehabisan darah dan tidak tahan dengan rasa sakitnya.

Proses saat kulit disayat (Planet Doc Full Documentaries/Youtube)Proses saat kulit disayat (Planet Doc Full Documentaries/Youtube)


Seluruh pria Suku Chambri memiliki bekas sayatan dan terlihat seperti sisik buaya. Mereka juga dengan bangga, memamerkan bekas sayatannya.

Beberapa operator tur yang menawarkan paket perjalanan ke Danau Chambri sekaligus bertemu Suku Chambri seperti Sepik River Canoe Adventure Tours, North Star Cruises Australia dan Mapex Travel Tours. Turis akan diajak melihat kehidupan Suku Chambri dari dekat, para wanitanya juga bakal menghibur dengan tarian.

Suku Chambri mendiami daratan di sekitar Danau Chambri, Provinsi Sepik. Dilihat dari peta, posisinya ada di utara Papua Nugini yang bisa ditempuh naik pesawat selama 2 jam dari ibukota negara Papua Nugini, Port Moresby.

Sayatan tanda pria sudah dewasa dan mirip sisik buaya (Daniel NADLER/Youtube)Sayatan tanda pria sudah dewasa dan mirip sisik buaya (Daniel NADLER/Youtube)
(aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED

Foto: Negara Tempat Lahirnya Kopi

Kamis, 20 Sep 2018 07:55 WIB

Inilah konon di mana biji kopi dilahirkan. Dari warung pedesaan hingga kafe kekinian menyajikan kopi yang berawal mula dari sini, tempat kelahirannya, Ethiopia.