Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 02 Mar 2018 08:45 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Kisah Duka Hotel Bekas Penyiksaan Penduduk Muslim di Bosnia

Bona
Redaksi Travel
Hotel bekas penyiksaan muslim di Bosnia (Kym Vercoe)
Hotel bekas penyiksaan muslim di Bosnia (Kym Vercoe)
Visegrad - Sebuah hotel di Bosnia terkenal dengan spa air panasnya. Tapi hotel ini punya sejarah kelam tentang pemerkosaan dan pembunuhan etnis Muslim Bosnia.

Vilina Vlas merupakan hotel spa yang terkenal dengan pemandian air panas alaminya. Hotel ini menawarkan 134 kamar, dua restoran dan kolam renang indoor. Tak lupa pemandian air panas alaminya yang begitu terkenal.

Berada di Kota Visegrad, hotel ini terlihat cukup sederhana di balik atap yang berwarna merah dan dinding putih. Tak banyak yang tahu kalau Vilina Vlas menjadi saksi bisu dari Perang Bosnia yang kelam.

Dirangkum detikTravel dari berbagai sumber, Jumat (2/3/2018) ada kisah kelam yang tersimpan di balik hotel ini. Pada tahun 1991 ada sekitar 23.000 orang yang tinggal di Visegrad, dua pertiga dari mereka beragama Islam.

Kisah Duka Hotel Bekas Penyiksaan Penduduk Muslim di BosniaFoto: (AFP)


Dimulai pada tahun 1992, perang Bosnia pun pecah. Mimpi buruk pun terjadi pada tiap penduduk Bosnia, khususnya warga muslim.

Satu kelompok Serbia yang bernama White Eagles menyerang Visegrad yang mayoritas adalah penduduk muslim. Vilina Vlas pun dibuat menjadi markas besar White Eagles yang dipimpin oleh Milan Lukic.

Satu per satu penduduk dibawa ke Vilina Vlas. Kebanyakan wanita, mereka diculik dan diperkosa di dalam gedung ini. Menurut para korban yang berhasil selamat, Vilina Vlas adalah mimpi buruk.

Begitu menginjakkan kaki di dalam gedung, suara jeritan dan tangis anak-anak gadis akan terdengar dari dalam gedung. Gadis-gadis tersebut dikunci di kamar, sampai salah satu anggota White Eagles datang dan memilih satu dari sekian banyak gadis.

Kalau beruntung, gadis-gadis tersebut akan dibawa pulang kembali kepada pihak keluarga. Walauun kebanyakan dari mereka tidak pernah terdengar lagi atau hilang begitu saja.

Kisah Duka Hotel Bekas Penyiksaan Penduduk Muslim di BosniaFoto: (AFP)


Perang terus berlanjut, 49 penduduk muslim dibakar hidup-hidup di dalam Vilina Vlas. Sekitar 100 anak-anak dibantai dan dibuang ke sungai. Setengah dari penduduk Visegrad hilang begitu saja.

Sampai akhirnya perang berakhir, Milan Lukic melarikan diri dan bersembunyi. Bertahun-tahun kemudian, Lukic diadili di pengadilan pidana internasional di Den Haag, Belanda.

Lukic dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena kejahatan perang termasuk pembunuhan, kekejaman, penganiayaan dan kejahatan lainnya terhadap kemanusiaan.

"Ada banyak bukti tentang sejumlah besar pemerkosaan, pembunuhan dan kejahatan serius lainnya yang dilakukan di hotel Vilina Vlas," kata Dermot Groome, yang memimpin penuntutan Lukic di Den Haag, dan sekarang menjadi profesor di Penn State Dickinson Law Universitas, Amerika Serikat, dilansir dari Dailymail, The Guardian dan BBC.

Pemerintah pun memutuskan untuk menjadikan Vilina Vlas menjadi tempat usaha dan bisnis. Tanda ada banyak perubahan, Vilina Vlas dijual menjadi penginapan untuk wisatawan.

Kisah Duka Hotel Bekas Penyiksaan Penduduk Muslim di BosniaFoto: (Peter Geoghegan/Twitter)


"Orang-orang yang pergi ke sana tidak tahu mereka tinggal di tempat tidur dimana para wanita diperkosa, dan berenang di kolam tempat orang dieksekusi," kata Bakira Hasecic, penduduk asli Višegrad yang sekarang berdiri dan sekarang mengelola Asosiasi Korban Wanita Perang.

Namun tampaknya sejarah kelam Visegrad seperti ditutup rapat. Bisa dibilang, jejak-jejak kelam kota ini memang sengaja ingin dihapus.

Hal ini terlihat dari kesaksian walikota Visegrad, Mladen Djurevic di pengadilan internasional Den Haag. Mladen Djurevic membantah pernah mendengar tentang pemerkosaan, penyiksaan, atau pembunuhan di Vilina Vlas.

"Saya tidak tahu apa yang terjadi di sana, Saya tidak tertarik untuk kembali ke masa lalu. Mengapa saya membaca tentang itu jika saya tidak tertarik untuk kembali ke situ?" ujar Mladen Djurevic.

Untuk bisa menginap di sini, kamu perlu merogoh kocek USD 34,29 atau sekitar Rp 470.000 per kamar. Di sana traveler bisa belajar, betapa perang adalah cara kejam yang sungguh-sungguh harus dihindari. (bnl/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED