Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 14 Mar 2018 19:10 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Tebing Batu Ini Ungkap Sejarah Terbentuknya Bumi

Ahmad Masaul Khoiri
Redaksi Travel
Tebing batu di Siccar Point, Skotlandia (John Van Hoesen/BBC Travel)
Tebing batu di Siccar Point, Skotlandia (John Van Hoesen/BBC Travel)
Edinburgh - Tebing batu di lokasi terpencil Skotlandia memberi informasi bahwa Bumi telah berumur jutaan tahun. Banyak wisatawan penasaran ingin datang ke sana.

Melansir BBC Travel, Rabu (14/3/2018), inilah Siccar Point. Tebing batu yang tinggi ini, berjarak sekitar satu jam perjalanan di sebelah timur Edinburgh.

Jauh di bawah deretan batu abu-abu yang curam itu adalah lautan. Puncak Siccar Point adalah batu-batu yang berwarna kemerahan.

Jika dilihat dari dekat, terdapat warna kontras antara garis-garis vertikal bebatuan di sepanjang bagian bawah tebing dan lapisan horisontal bebatuan pasir di atasnya. Kembali ke tahun 1788, hanya sedikit orang yang mengerti pentingnya kontras itu.

Tebing Batu Ini Ungkap Sejarah Terbentuknya BumiFoto: (John Van Hoesen/BBC Travel)


Dulu ilmuwan berusia 62 tahun, James Hutton, telah mengelilingi Siccar Point. Ia menyadari bahwa perbedaan garis di atas membuktikan adanya waktu pembentukannya jutaan lalu (deep time).

Siccar Point adalah tempat yang bersejarah dan penting secara geografis. Lebih dari 1.000 tahun yang lalu, warga Inggris kuno membangun sebuah benteng di bukit kecilnya untuk memperingatkan penyerang dari utara tapi belum disadari betapa Siccar Point menggambarkan cerita tentang Bumi itu sendiri.

Sebenarnya, hampir semua orang di masyarakat abad ke-18 masih percaya bahwa umur Bumi berada di antara angka 4.000 dan 10.000 tahun. Perkiraan itu berdasarkan interpretasi dari Alkitab.

Jika Bumi hanya berumur 4.000 tahun, tidak ada banyak waktu untuk seleksi alam dan terjadi evolusi. Namun, Hutton percaya bahwa Bumi sebenarnya jauh lebih tua.

Tebing Batu Ini Ungkap Sejarah Terbentuknya BumiFoto: (John Van Hoesen/BBC Travel)


"Salah satu kesulitan yang dihadapinya adalah banyak erosi tanah. Dia bertanya-tanya bagaimana cara menjaga tanah dari badai. Dia mulai menyadari adanya proses pembaharuan, tanah yang terbawa air dan akhirnya tanah baru terbentuk, dan siklus ini membutuhkan waktu yang lama," kata Colin Campbell, Kepala Eksekutif Pusat Penelitian James Hutton Institute.

Hutton mulai mengerti tanah itu dibentuk oleh proses yang bertahap, semua itu berjalan dalam skala yang sangat besar dan rentang waktu yang jauh lebih lama dari hanya hitungan beberapa ribu tahun yang lalu. Setelah menghabiskan beberapa dekade mengamatinya, Hutton mempresentasikan temuannya pada tahun 1785 kepada sekelompok ilmuwan filsuf kecil di Royal Society of Edinburgh.

Penelitiannya itu diterima dengan baik. Tapi, untuk meyakinkan lebih banyak orang, Hutton membutuhkan lebih banyak bukti. Begitu Hutton melihat Siccar Point, dia tahu bahwa dia telah menemukan apa yang telah dia cari.

Firasat Hutton benar. Hari ini kita tahu bahwa batu samudra sudah terbentuk sekitar 435 juta tahun yang lalu. Seiring waktu, lumpur di dasar laut itu mengeras, miring dan vertikal, lalu terangkat dan ombak perlahan mengikis untuk mengungkap lapisan-lapisannya. (msl/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED