Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 22 Mar 2018 17:30 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Misi Menyelamatkan Kehidupan di Antartika

Syanti Mustika
Redaksi Travel
Penguin di Antartika (Alexandre Meneghini/Reuters)
Penguin di Antartika (Alexandre Meneghini/Reuters)
Antartika - Antartika dikenal sebagai wilayah terpencil di bumi. Wilayah berupa dataran es ini ternyata menyimpan sebuah cerita.

Dilansir detikTravel dari situs Reuters, Kamis (22/3/2018) sebuah kelompok pecinta lingkungan global bernama Greenpeace melakukan perjalanan ke wilayah Antartika. Mereka sedang meperjuangkan nasib dari ekositem yang hidup di Antartika.

Greenpeace telah mengajukan proposal untuk membangun area konservasi Laut Weedel yang mencakup 1,1 juta mil persegi laut. Di wilayah ini hidup habitat alami paus, anjing laut, penguin, dan berbagai jenis ikan laut. Proposal ini sedang dipertimbangkan oleh pemerintahan Antartika dan akan dibicarakan secara global pada Oktober 2018 nanti.

 Koloni penguin di Antartika (Alexandre Meneghini/Reuters) Koloni penguin di Antartika (Alexandre Meneghini/Reuters)

Benua Antartika merupakan wilayah yang berada di Kutub Selatan yang tentu saja memiliki suhu dingin yang sangat ekstrem. Wilayah Antartika berada di bawah Perjanjian Antartika, dimana wilayah ini didekasikan sebagai benua utuk kegiatan penelitian. Namun, banyaknya ruang untuk penyalahgunaan perairan Antartika seperti meningkatnya CO2, pengasaman lautan dan plastik.

Hal inilah yang mendorong Greenpeace untuk mengusulkan pembangunan konservasi besar di Antartika. Mereka telah melakukan penelitian di wilayah Antartika dan mendokumentasikan dampak perubahan iklim, polusi dan penangkapan ikan terhadap satwa liar asli. Mereka juga mengambil gambar spesimen dari dasar laut Antartika dan mengambil sampel air laut. Semua ini mereka gunakan untuk mengangkat kasus untuk mendukung pembangunan wilayah konservasi.

Koloni anjing laut (Alexandre Meneghini/Reuters)Koloni anjing laut (Alexandre Meneghini/Reuters)


Selama perjalanan menuju Antartika, kapal dikawal oleh puluhan lumba-lumba. Mereka seakan berpacu dengan kapal, siapa yang akan sampai duluan. Selama empat hari hidup di atas kapal, melewati gelombang yang naik turun.

Mungkin traveler beranggapan, bahwa tidak ada kehidupan di wilayah Antartika. Itu wacana yang sangat salah! Di Semenanjung Antartika terdapat kehidupan satwa liar, ada penguin, burung laut, anjing laut, dan paus yang dapat dilihat di setiap saat. Pemandangan ini sangat berharga.

 Ikan paus di laut Antartika (Alexandre Meneghini/Reuters) Ikan paus di laut Antartika (Alexandre Meneghini/Reuters)

Untuk bisa bertahan dari dinginnya Antartika, kamu harus memakai pakaian yang tebal dan beratnya hampir 10 Kg. Menakjubkannya lagi, saat berjalan di darat dan bertemu dengan koloni penguin, mereka tidak akan lari atau menganggap manusia predator. Jika kamu berdiam diri dan tidak bergerak, mereka akan mendekat dan akan mengelilingi.

Dari perjalanan ke Antartika, bisa disimpulkan bahwa memang wilayah Antartika sangat jauh dari peradaban. Namun di sana ada kehidupan yang harus dijaga dan sedang mengalami masa rentan. Mereka terancam alam karena adanya penangkapan liar dan aktivitas industri yang menangkap udang secara besar-besaran. Padahal hewan-hewan di Antartika sangat bergantung, baik langsung atau tidak langsung kepada udang sebagai sumber makanan.


(sym/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED