Setiap suku di dunia pasti punya tradisi unik terkait pernikahan. Suku Mongol pun termasuk salah satu di antaranya. Saat upacara pernikahan, aksesoris seperti topi yang berbentuk khas ini memegang peranan penting.
Menurut cerita pemandu kami yang asli Mongol, Shiau Feng. Topi ini akan diberikan sebagai bekal untuk mempelai wanita. Bukan sembarang topi, melainkan topi 'mahar' pernikahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berat tidaknya topi ini juga ditentukan oleh status sosial dan materiil dari keluarga yang bersangkutan. Jika keluarganya berada dan cukup kaya, maka berat topi ini bisa mencapai 10 kilogram.
Sementara jika keluarga mempelai tidak cukup kaya, maka berat topi tersebut berkurang setengahnya. Dari yang semula 10 kilogram jadi hanya tinggal 5 kilogram saja.
Tradisi unik seperti ini masih berlangsung sampai sekarang. Bagaimanapun juga, tradisi seperti ini patut dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya yang ditinggalkan secara turun temurun.
(sna/aff)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang