Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 30 Agu 2018 12:10 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Penginapan Unik di Denmark, Atapnya 32 Ton Rumput Laut

Wahyu Setyo Widodo
detikTravel
Rumah yang beratapkan 32 ton rumput laut di Denmark (dok. Adam Schnack/airbnb)
Kepulauan Laesoe - Ada sebuah penginapan unik di Kepulauan Laesoe, Denmark. Atapnya bukan genteng biasa, tetapi timbunan rumput laut kering seberat 32 ton. Wow!

Penginapan di Kepulauan Laesoe, Denmark ini sungguh unik. Dari kejauhan, penginapan ini seperti ditimbun tumpukan jerami kering. Meski terkesan seperti ditumpuk secara asal, tapi rupanya itu adalah atap dari penginapan ini.

Dihimpun detikTravel dari beberapa sumber, Kamis (30/8/2018) tumpukan itu sebenarnya bukanlah jerami ataupun rumbia, melainkan rumput laut. Karena keunikannya, penginapan ini pun diberi julukan sebagai 'The Seaweed Homes'.

Tak tanggung-tanggung, berat total rumput laut yang jadi atap rumah ini mencapai 32 ton. Lebih berat dari rumah dan seisinya itu sendiri.

(dok. Adam Schnack/airbnb)(dok. Adam Schnack/airbnb)

Tapi justru itulah keunikan rumah yang dibangun dari sejak abad ke-18 ini. Berdasarkan kearifan lokal warga Pulau Laesoe, rumput laut digunakan sebagai atap bangunan karena kandungan garamnya yang tinggi sehingga tahan terhadap kebakaran.

Rumput laut berjenis eelgrass ini bahkan dipercaya memiliki lifespan alias ketahanan mencapai 200 tahun. Sangat awet bila dibandingkan dengan genteng konvensional dari tanah liat.

(dok. Adam Schnack/airbnb)(dok. Adam Schnack/airbnb)

Di abad ke-18, banyak rumah di Kepulauan Laesoe yang memakai rumput laut sebagai atapnya. Ada kurang lebih 250-an rumah. Tapi sayang, di tahun 1930-an ada wabah penyakit yang menyerang rumput laut sehingga para tukang bangunan beralih ke material lain.

Tapi kini, hanya tinggal tersisa 20 rumah saja. Itupun banyak yang rusak dan ditinggalkan lagi karena dianggap sudah tidak sesuai dengan zaman. Otomatis hanya tinggal 'The Seaweed House' yang bisa dilihat wisatawan.

Bangunan ini pun sudah mendapat perlindungan sebagai bangunan bersejarah Denmark sejak tahun 1989. Wisatawan pun bisa mencoba untuk menginap di rumah bersejarah itu.

(dok. Adam Schnack/airbnb)(dok. Adam Schnack/airbnb)

Harga sewanya di Airbnb dibanderol sebesar 233 Poundsterling per malam (setara Rp 4,3 juta). Harga semahal itu tentu sebanding dengan fasilitas dan pengalaman yang akan didapatkan traveler.

Penginapan ini terdiri dari 6 ruangan. 2 ruangan berfungsi sebagai kamar tidur, sementara sisanya digunakan untuk lounge, ruang makan, kamar mandi dan juga pantry.

Di bagian interior, rupanya desainnya sangat modern dan keren. Setiap sudutnya menarik buat dijadikan latar foto. Istilahnya, Instagramable! Tertarik, traveler? (bnl/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA