Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 23 Sep 2018 21:15 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Cerita Kengerian di Balik Destinasi Top Eropa

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Spike Island di Irlandia (Dok. Spike Island Cork)
Spike Island di Irlandia (Dok. Spike Island Cork)
Cork - Ada cerita mengerikan dibalik pulau ini. Namun begitu, tahun lalu, Spike Island menjadi destinasi paling top di Eropa pada tahun 2017.

Melansir CNN Travel, Minggu (23/9/2018), lokasi Spike Island terletak di lepas pantai barat daya Irlandia. Daya tarik utamanya adalah benteng berbentuk bintang yang dulu digunakan sebagai penjara terbesar di dunia.

Kini, Spike Island dibuka untuk para wisatawan, seperti Alcatraz di San Francisco Bay atau Robben Island di lepas pantai Afrika Selatan. Di zaman Victoria, pulau ini jadi tempat mengerikan bagi para penghuninya karena lebih dari 1.000 tahanan meninggal di sana dalam waktu kurang dari empat tahun.

Untuk mempelajari bagaimana orang-orang yang tewas di pulau penjara ini, bio-arkeolog dari University College Cork, Profesor Barra O'Donnabhain mulai menggali kuburan narapidana pada tahun 2013. Selama lima tahun terakhir, timnya telah menemukan beberapa misteri yang terkubur di Spike Island.

Spike Island sering digambarkan sebagai Alcatraznya Irlandia. Catatan awal menunjukkan pulau seluas 104 hektar itu mungkin adalah pemukiman di abad ke-6 lalu beralih guna menjadi pangkalan militer Inggris pada abad ke-18 hingga berubah lagi menjadi penjara.

Cerita Kengerian di Balik Destinasi Top Eropa(Dok. Spike Island Cork)
Narapidananya menunggu untuk dikirim ke daerah koloni Inggris, seperti Australia dan Bermuda. Dari 1847, pria dan anak laki-laki dari umur 12 tahun telah dikirim ke Spike Island karena mencuri kentang.

Pada tahun 1853 jumlah tahanan di pulau itu telah meningkat menjadi 2.500. Inilah penjara terbesar di Kerajaan Inggris pada saat itu.

Tiap 40 tahanan akan menghuni sel berukuran 12-5,4 meter dan tidak ada sel individu walau untuk menahan penjahat paling berbahaya. Laporan narapidana dari blok hukuman merinci bagaimana tahanan dirantai dari pergelangan tangan dan pergelangan kaki hingga lecet-lecet.

Cerita Kengerian di Balik Destinasi Top Eropa(Dok. Spike Island Cork)
Sistem kerja paksa di dalam penjara yang dipadukan dengan kondisi hidup yang buruk hingga tak mendapat pola makan yang memadai membuat narapidana meninggal hampir setiap hari di tahun-tahun awal. Satu dari dua kuburan pulau yang belum digali menampung lebih dari 1.000 tahanan yang meninggal sebelum tahun 1860.

O'Donnabhain dan timnya telah menggali 35 pemakaman dari kuburan lain, yang digunakan dari tahun 1860 dan seterusnya. Pada titik ini jumlah kematian telah berkurang drastis menjadi sekitar satu per bulan.

Dia terkejut prosesi tahanan mengubur sesama narapidana. Mereka sangat berhati-hati saat melukis peti pinus murahan agar terlihat seperti peti kayu ek, hal itu seperti kado terakhir.

Cerita Kengerian di Balik Destinasi Top Eropa(Dok. Spike Island Cork)
Namun ada penemuan yang paling aneh, yakni beberapa bagian atas tengkorak mereka dihilangkan. O'Donnabhain berspekulasi bahwa ini mungkin merupakan bagian dari teori 'dilahirkan bersifat kriminal' yang dipelopori oleh ilmuwan Italia, Cesare Lombroso.

Ketika masuk abad ke-19 ditutup penjara ini pada tahun 1883 dan pulau itu berfungsi seperti semula sebagai barak militer. Lalu, dibuka kembali sebagai penjara dari 1985 hingga 2004.

Ketika O'Donnabhain mengunjunginya hampir satu dekade kemudian, dia mengatakan bahwa seprai dalam sel masih ada di tempat tidur. Jadi, sebelum dia mulai menggali, timnya mendokumentasikan grafiti modern yang ditulis oleh tahanan abad ke-20.

Grafiti di dinding memerinci nama julukan tahanan, kalimat, dan kampung halamannya. O'Donnabhain mengatakan tahanan modern ini sama dengan era Victoria, karena berasal dari lingkungan yang kurang mampu.

Spike Island pertama kali dibuka untuk umum pada tahun 2016 dan diberi nama 'Europe's Leading Tourist Attraction' di World Travel Awards tahun lalu. Sejumlah turis ingin menjelajahi pulau itu karena masa lalunya yang kelam. (rdy/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED