Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 02 Nov 2018 16:15 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Melihat Indahnya Jembatan Terbelah di St Petersburg, Rusia

Elza Astari Retaduari
detikTravel
Jembatan Terbelah di St Petersburg (Elizabeth Elza Astari/detikTravel)
Jembatan Terbelah di St Petersburg (Elizabeth Elza Astari/detikTravel)
St Petersburg - Saint Petersburg merupakan salah satu kota bersejarah yang ada di Rusia. Di sana terdapat jembatan-jembatan yang terbelah dua kala malam hari. Indahnya!

Kota Saint Petersburg terdiri dari 40 pulau dan dahulu kala pendiri kota ini, Peter yang Agung, melarang dibuatnya jembatan dengan harapan masyarakat bisa berpergian dengan menggunakan perahu. Namun pada perkembangannya, jembatan-jembatan pun dibangun untuk memudahkan masyarakat terhubung antara pulau yang satu dengan yang lainnya.

Nah, uniknya banyak dari jembatan-jembatan di St Petersburg yang akan terbelah menjadi dua ketika tengah malam. Jembatan-jembatan yang berada di atas Sungai Neva tersebut menghubungkan pulau pusat kota dengan pulau-pulau di pinggiran kota.

Untuk diketahui, Petersburg adalah salah satu pelabuhan terbesar di Rusia. Jembatan di sana terbuka supaya kapal-kapal besar dapat melalui Sungai Neva. Jembatan akan terbelah menjadi dua saat tengah malam. Di tiap-tiap jembatan ada para penjaga yang akan melakukan buka-tutup jalan.

Adalah Palace Bridge dan Trinity Bridge jembatan terbelah yang paling terkenal dan indah di Saint Petersburg. Keduanya berdiri berdampingan dengan jarak tidak terlalu jauh.

(Elizabeth Elza Astari/detikTravel)(Elizabeth Elza Astari/detikTravel)

Saat detikTravel bertandang ke Sungai Neva pekan lalu, Trinity Bridge lebih dulu terbuka sekitar pukul 01.30 waktu setempat. Sementara Palace Bridge menyusul satu jam kemudian.

"Jembatan di Peter itu kalau tengah malam pada dibuka, supaya kapal-kapal yang bentuknya besar bisa lewat. Yang terkenal Palace Bridge dan Trinity Brigde," ujar Ketua Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (Permira), Jeff Timothy saat berbincang dengan detikTravel di sisi Sungai Neva.

Bila jembatan terbelah, akan ada palang-palang yang dipasang di tiap sisi jembatan. Mobil-mobil yang hendak melintas pun terpaksa menunggu hingga jembatan kembali disatukan bila ingin melewati jalan tersebut. Jembatan-jembatan akan terbuka jelang subuh.

(Elizabeth Elza Astari/detikTravel)(Elizabeth Elza Astari/detikTravel)

Jembatan-jembatan itu terbuka karena ada banyak kapal-kapal besar dari pelabuhan di St Petersburg yang akan melalui Sungai Neva. Besarnya kapal tidak memungkinkan untuk bisa melewati kolong jembatan sehingga jembatan-jembatan yang merupakan jalan raya harus dibuka. Sungai Neva sendiri merupakan pintu gerbang ke Laut Baltik.

Seperti yang dilihat detikTravel, tampak banyak kapal-kapal besar membawa kayu berjalan melewati Trinity Bridge dan Palace Bridge untuk menuju Laut Baltik saat jembatan terbuka. Jembatan-jembatan ini terbilang antik karena dibuat pada abad ke-20.

Dilansir dari berbagai sumber, jembatan terbelah itu memiliki panjang sekitar 260 meter dengan lebar hampir 28 meter. Jembatan Palace diketahui mulai digunakan pada akhir tahun 1916.

(Elizabeth Elza Astari/detikTravel)(Elizabeth Elza Astari/detikTravel)

Pada awalnya jembatan terbelah ini mungkin hanya diperuntukkan untuk memfasilitasi kapal-kapal besar untuk melewati Sungai Neva. Namun kemudian, jembatan-jembatan terbelah ini jadi daya tarik wisata karena keindahannya.

Saat terbelah, jembatan akan menjulang ke atas melebih 45 derajat. Konstruksi Palace dan Trinity Bridge memang sederhana, namun lampu-lampu yang dipasang di jembatan tersebut membuat pemandangan terbelahnya jembatan menjadi sangat cantik. Belum lagi sejauh mata memandang, ada banyak bangunan-bangunan kuno di sekitar jembatan.

Momen terbelahnya jembatan mulai dari lurus seperti layaknya jalan raya biasa hingga naik ke atas hampir tegak lurus di dua sisi sungguh sangat memukau. Tak heran para turis rela menunggu momen itu meski dingin mencekam ketika fall season seperti waktu-waktu ini.

Menurut Jeff, Sungai Neva terlihat lebih indah lagi ketika winter datang. Sungai Neva bisa berubah menjadi es dan bisa dilewati untuk berjalan di atasnya. Bahkan di Saint Petersburg terdapat tradisi warga setempat untuk berenang di Sungai Neva saat winter datang. Padahal dinginnya tak main-main, bisa mencapai -30 derajat celcius.

Namun saat paling indah pemandangan jembatan terbelah di Saint Petersburg ada di kisaran bulan Mei-Juli. Periode tersebut dikenal dengan sebutan Malam Putih (White Night). Apa yang membuatnya istimewa?

"Di situ Fenomena siang yang berkepanjangan, jadi malamnya sebentar banget. Mungkin karena di Piter kelihatan yang berlawanan arah jadi ketika di sebelah kanan sudah pagi di sebelah kiri masih malam. Perpindahan waktunya signifikan banget, jadi mau pindah ke terang itu kelihatan banget," jelas Jeff.

Pada periode White Night ini juga bagus bagi para pecinta sepeda untuk bisa mengayunkan pedalnya di pinggir sungai-sungai yang ada di Saint Petersburg. Pelancong juga bisa menikmati tur sepeda yang direntalkan untuk jadi wisata.

(Elizabeth Elza Astari/detikTravel)(Elizabeth Elza Astari/detikTravel) F

Tak hanya itu, Saint Petersburg juga menyajikan tur perahu bagi wisatawan. Namun alangkah lebih baik bila tur ini dilakukan saat musim panas bila pelancong tak kuat dengan dinginnya cuaca di Rusia.

"Kalau datang saat musim dingin jangan lupa bawa jaket tebal karena Rusia ekstrem banget musim dinginnya," sebut Jeff.

Jadi ada yang tertarik untuk melihat keindahan jembatan terbelah di Saint Petersburg? Bila ingin berkunjung di akhir fall season ini, disarankan bagi pelancong untuk membawa pakaian hangat dan sepatu boot karena dinginnya kota yang sering disebut Venesia di Utara itu bisa mencapai di atas -10 derajat celcius.

[Gambas:Video 20detik]

(bnl/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA