Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 14 Nov 2018 22:15 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Tempat Ini Bukti Bumi Nyaris Hancur di Zaman Dulu

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Foto: (BBC Travel)
Foto: (BBC Travel)
Chicxulub Puerto - Cenote, merupakan destinasi berupa kolam biru dalam gua yang cantik di Meksiko. Lebih dari itu, tempat ini dinilai bukti Bumi nyaris hancur di zaman dulu.

Melansir BBC Travel, Rabu (14/11/2018), pada pertengahan 1980-an, sekelompok arkeolog Amerika meneliti citra satelit yang menunjukkan Semenanjung Yucatan, Meksiko. Mereka tidak tahu apa yang membuat satu pola tak terduga, yakni sebuah cincin yang nyaris sempurna.

Luasannya sekitar 200 kilometer. Di Kota Chicxulub Puerto, Meksiko diyakini para ilmuwan adalah pusat kawah dari benturan asteroid yang kemudian menyapu bersih dinosaurus.

Lebih dikenal sebagai Cenote, lubang dengan air biru adalah yang dimaksud. Ini jadi daya tarik utama turis yang mengunjungi Semenanjung Yucatan.

Cenote (BBC Travel)Cenote (BBC Travel)


Jika dilihat dari angkasa, lubang-lubang ini bergerombol membentuk sebuah pola hampir setengah lingkaran. Para arkeolog telah menemukan pola itu, yang mengelilingi ibu kota Merida, dan kota-kota pelabuhan Sisal dan Progreso.

Suku Maya menggunakan air dari cenote untuk kebutuhan sehari-hari. Merekalah pribumi yang mendiami semenanjung itu.

Lubang-lubang ini membingungkan para peneliti. Mereka pernah mempresentasikan temuan itu kepada sesama spesialis satelit pada konferensi ilmiah Selper di Acapulco, Meksiko, pada tahun 1988.

(BBC Travel)(BBC Travel)


Bagi seorang ilmuwan di antara hadirin, Adriana Ocampo, yang saat itu adalah ahli geologi planet muda di Nasa, formasi melingkar adalah tanda antisipasi. Ia memprediksi bahwa itu adalah dampak dari asteroid raksasa yang cukup ganas hingga membuat planet ini terancam pada 66 juta tahun yang lalu.

Prediksi Ocampo adalah awal landasan dari kepercayaan ilmuwan hari ini. Kawah itu disebabkan oleh asteroid selebar 12 km yang menghantam Yucatan dan meledak dengan kekuatan tak terbayangkan.

Sejak awal 90-an, tim ilmuwan dari Amerika, Eropa, dan Asia telah bekerja untuk menjawab teka-tekinya. Mereka sekarang yakin dampaknya secara langsung menciptakan kawah sedalam 30 kilometer.

Kawahnya sampai di dasar laut (BBC Travel)(BBC Travel) Foto: undefined


Setelah bencana itu, dunia berubah dan diselimuti awan abu yang menghalangi langit dan menciptakan malam malam abadi selama lebih dari setahun. Suhu pun turun di bawah titik beku dan membunuh sekitar 75% dari semua kehidupan di Bumi, termasuk hampir semua dinosaurus.

Sampai temuan Ocampo diterbitkan pada tahun 1991, wilayah Yucatan kini telah menjadi subyek kepentingan internasional. Kini ada sebuah museum yang dibuka bulan September 2018, Museum of Science of the Chicxulub Crater, proyek bersama oleh Pemerintah Meksiko dan universitas terbesar negara itu UNAM.

Tujuannya mengenalkan kehidupan 66 juta tahun yang lalu ketika asteroid 12 kilometer mengubah sejarah dunia. Selain itu museum ini diharapkan menjadi jembatan bagi wisatawan menjelajahi masa prasejarah Yucatan.

(BBC Travel)(BBC Travel)
(msl/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED