Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 28 Des 2018 18:10 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Mengenal Layangan yang Jadi Strategi Perang di China

Bona
detikTravel
Lu Ban, The God of Architecture di China (Bonauli/detikTravel) (Bonauli/detikTravel)
Weifang - Dari Desa Wisata Yangjiabu, Weifang, kita tahu tempat lahirnya layang-layang di China. Di sana ada museum layang-layang yang penuh sejarah.

Desa Wisata Yangjiabu jadi saksi bisu kelahiran layang-layang pertama di China. Di buat oleh seorang tukang kayu bernama Lu Ban, layang-layang di jaman itu memilki arti yang sangat penting bagi kerajaan.

detikTravel bersama Dwidaya Tour berkunjung ke Kota Weifang, Provinsi Shandong di China pekan lalu. Keindahan kota ini menyambut tiap wisatawan dengan suasana romantisnya.

Setelah berkunjung ke Desa Wisata Yangjiabu, tak lengkap rasanya kalau belum main ke The Kite Museum. Museum ini tak jauh berbeda dengan Yangjiabu Kite Museum. Hanya saja lebih besar dan informasinya lebih lengkap.

(Bonauli/detikTravel)(Bonauli/detikTravel)

Di depan museum, kita akan disambut oleh patung Lu Ban yang jadi pembuat layang-layang pertama. Karena jasanya, Lu Ban disebut sebagai God of Architecture.

Museum ini terbuka untuk umum dan gratis. Di dalamnya banyak sekali informasi tentang sejarah layang-layang.

zaman dulu, layang-layang tidak dimainkan seperti sekarang. Fungsi dari layang-layang sungguh penting, yaitu jadi alat perang. Bagaimana bisa ya?

Menurut catatan sejarah, pada tahun 202 sebelum masehi, ada seorang kaisar bernama Liu Bang dari Dinasti Han. Kerajaan ini berperang dengan Xiang Yu.

Berusaha untuk menang, Kaisar Liu mencari cara untuk melawan pasukan dari Xiang Yu. Di tengah kecamuk perang, seorang jendral menghadap Kaisar Liu.

(Bonauli/detikTravel)(Bonauli/detikTravel)

Jendral tersebut bernama Han Xin. Jenderal Han mengusulkan untuk membuat layang-layang. Layang-layang ini bukan yang biasa, dibuat dari kulit sapi dan sangat kuat.

Layang-layang tersebut dengan dibuat sangat besar dan bisa mengangkut satu orang prajurit. Kemudian, layang-layang tersebut diterbangkan dan diikat dengan tali di atas kemah pasukan Xiang Yu.

Prajurit tersebut tidak menyerang pasukan Xiang Yu dari udara. Prajurit tersebut malahan mengeluarkan seruling dan memainkan lagu rakyat Chu Kingdom. Chu Kingdom adalah tempat kelahiran dari pasukan Xiang Yu.

Mendengar sayup-sayup lagu ini, pasukan dari Xiang Yu langsung merasakan rindu akan kampung halaman. Di tengah kegalauan hati para pasukan Xiang Yu, Kaisar Liu menyerang dan dapat menang dari Xiang Yu.

Masyarakat juga punya cerita lain dari sejarah layang-layang. Pada jaman dulu, saat perang berkecamuk di dua kerajaan. Layang-layang jadi alat bantu untuk melarikan diri.

"Saat perang, layang-layang akan diterbangkan dan mengangkut rakyat. Sehingga rakyat bisa selamat," kata Dennis, pemandu dari China Internasional Travel Service (CITS). (bnl/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA