Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 02 Jan 2019 08:20 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Rumitnya Merakit Pesawat Raksasa Airbus A380

Pengiriman bagian-bagian pesawat Airbus A380 menggunakan truk trailer (Airbus/CNN Travel)
Toulouse - Setidaknya ada 4 juta bagian pesawat Airbus A380 yang mesti disatukan sebelum bisa terbang. Inilah cara pengiriman bagian-bagian pesawat yang rumit.

Dilansir CNN Travel, Rabu (2/1/2019), saat tengah malam di Levignac, sebuah pedesaan di luar Toulouse, Prancis para pekerja beraksi. Orang-orang berbaris di sepanjang jalan utama.

Mereka menunggu konvoi truk trailer yang membawa komponen pesawat penumpang terbesar di dunia, Airbus A380 setiap beberapa minggu. Kerumunan bertepuk tangan ketika melihat sayap pesawat, bagian badan pesawat dan ekornya.

Disinilah pabrik perakitan Final Assembly Line (FAL) untuk kabin ganda A380 yang mampu membawa 500-an penumpang. Fasilitas yang dibangun khusus di Bandara Toulouse-Blagnac, Prancis selatan ini juga kantor pusat perusahaan Airbus.

Di sana pula dilakukan uji terbang dan pembangunan A320, A330 serta A350 yang juga berbadan lebar dibangun. Sejak pengiriman pertamanya ke Singapore Airlines pada 2007, lebih dari 200 pesawat A380 diluncurkan di Toulouse dengan lebih dari 100 pesawat diterbangkan oleh maskapai Emirates.

(Airbus/CNN Travel)(Airbus/CNN Travel)


Seperti proyek Airbus lainnya, pembuatan komponen untuk A380 tersebar di antara fasilitas perusahaan di seluruh Eropa. Bagian-bagiannya berasal dari pemasok di seluruh dunia.

Contoh, sayapnya dibangun di Broughton, Wales, bagian badan pesawat berasal dari Hamburg, Jerman dan Saint-Nazaire, Prancis, sirip ekor horisontal diproduksi di Cadiz, Spanyol dan sirip ekor vertikal di Hamburg. Dari baut hingga mesin A380 terdiri dari sekitar 4 juta bagian yang diproduksi oleh 1.500 perusahaan dari 30 negara di seluruh dunia.

Airbus memiliki armada tiga kapal yang dirancang khusus untuk mengangkut komponen utama A380 ke dermaga terapung di Pauillac, tepat di pedalaman pantai Atlantik Prancis. Kapal roll-on roll-off atau RORO yang membawa 6 bagian A380 dari fasilitas Airbus di Wales, Jerman, Prancis, Italia dan Spanyol.

Rumitnya Merakit Pesawat Raksasa Airbus A380(Airbus/CNN Travel)

Enam bagian utama pesawat diantar melalui laut. Sementara satu bagian A380 dikirim lewat udara, yakni sirip ekor vertikal yang terbang dari Hamburg ke Toulouse menggunakan Transporter Super300 A600-600ST milik Airbus atau lebih dikenal sebagai Beluga.

Lima pesawat Beluga menghubungkan fasilitas Airbus di Eropa dan membawa komponen ke FAL untuk semua pesawat Airbus. Meski Beluga dirancang untuk membawa kargo besar, ia hanya dapat mengakomodasi sirip vertikal A380 karena bagian utama lainnya terlalu besar.

Sementara itu, di Pauillac, enam komponen utama A380 diturunkan dan dipindah ke kapal tongkang dan meneruskan perjalanan ke Toulouse. Kapal tongkang mampu beroperasi empat kali PP, menempuh jarak 95 kilometer menyusuri Sungai Garonne ke Langon dan masih 240 kilometer lagi ke FAL di Toulouse.

Rumitnya Merakit Pesawat Raksasa Airbus A380Foto: undefined

Ketika setiap komponen utama tiba di Langon, bagian itu ditransfer ke trailer yang dirancang khusus. Setelah semua enam bagian tiba, perjalanan darat ke Toulouse dimulai.

Perjalanan bagian pesawat ini hanya dilakukan pada malam hari selama dua malam untuk menempuh jarak 240 kilometer ke Toulouse. Airbus membayar 57% dari biaya peningkatan juga perawatan jalan sebbanyak USD 205 juta dan pemerintah membayar 43% sisanya.

Jalanan diperlebar, lebih dari 6.500 pohon ditanam atau tiga hingga empat kali lipat dari jumlah yang ditebang. Jalan pintas khusus dibangun untuk memudahkan konvoi bernavigasi di sekitar 21 kota dan desa di rute tersebut.

Selain itu, perubahan lainnya dibangun kembali pula bundaran agar memungkinkan truk-truk melewatinya. Tak hanya itu, sudah direncanakan tanggal yang menunjukkan adanya konvoi dan penduduk setempat sudah diingatkan tiga hari sebelum adanya perjalanan itu.

Ketika truk bergerak pada malam hari, rute itu ditutup dalam beberapa bagian dari lalu lintas umum juga untuk keselamatan dan keamanan konvoi. Terus melaju ke dalam Kota Levignac yang diiringi pemandu, setiap truk disertai dengan pemandu yang berjalan di samping trailer mengawasi jarak bagian pesawat tetap stabil dengan bangunan terdekat, yakni 50 cm. (msl/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA