Inilah Khao San Road, sebuah jalan yang menjadi jantung kehidupan malam di dunia pariwisata Bangkok , Thailand. Tempat ini seringkali menjadi pusat turis, bukan hanya sekadar menikmati Bangkok kala matahari terbenam. detikTravel sempat ke sana beberapa waktu lalu.
Mulai matahari terbenam, sekitar 5-6 sore waktu setempat, para pedagang mulai ramai dan turis pun berdatangan. Lapak-lapak kaki lima, kafe dan bar pun mulai membuka kepada wisatawan yang datang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah pedagang di Khao San Road (Shinta/detikTravel) Foto: undefined |
Saking terkenalnya jalan ini, dan salah satu keunikan jajanan Thailand adalah makanan ekstrem, pedagang memberlakukan sebuah aturan. Setiap turis yang ingin memotret atau mengambil gambar, harus membayar THB 10 (sekitar Rp 5 ribu).
Ada juga pedagang pakaian, yang dijual murah mulai THB 100 (Rp 50 ribu). Begitu pun dengan penjual suvenir yang menjajakan dagangannya dengan berbagai bahasa, mulai dari Inggris sampai Bahasa Indonesia.
"100 baht saja, 3 buah (suvenir)," ujar salah satu pedagang.
Salah satu bar di jalan Khao San (Shinta/detikTravel) Foto: undefined |
Di beberapa sudut, sebagian pemilik atau karyawan kafe mempromosikan usaha milik mereka. Salah satu pria terlihat memberikan informasi mengenai Comedy Club miliknya, memberi tahu jika akan ada sebuah open mic pertunjukan Stand-Up Comedy yang berlangsung beberapa jam lagi.
Sejumlah kios pijat juga menggelar lapak di pinggir jalan. Menyediakan jasa 'Thai Massage' di luar ruangan, turis pun terlihat bersantai sembari menikmati minuman yang mereka beli.
Pedagang pakaian (Shinta/detikTravel) Foto: undefined |
Khao San Road pun mulai ramai pada malam hari. Menjelang malam, sejumlah turis dari berbagai negara dan umur pun datang ke sini. Tidak heran, kawasan ini juga menjadi area backpacker dengan penginapan dan biaya hidup murah.
Cara ke sana:
Jika traveler mau ke sini, dari Bandara Suvarnabhumi atau Don Muang bisa ditempuh dengan waktu 30 menit menggunakan mobil. Sebaiknya, traveler menggunakan transportasi umum seperti taksi yang menggunakan argo, karena harganya lebih jelas dan transparan. Kalau mau naik perahu, turun di dermaga Phra Arthit, dilanjutkan jalan kaki.
(sym/fay)












































Sejumlah pedagang di Khao San Road (Shinta/detikTravel) Foto: undefined
Salah satu bar di jalan Khao San (Shinta/detikTravel) Foto: undefined
Pedagang pakaian (Shinta/detikTravel) Foto: undefined
Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun