Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 19 Feb 2019 09:20 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Sejarah Perkembangan Lift dari Zaman ke Zaman

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Ilustrasi lift (CNN Style)
Ilustrasi lift (CNN Style)
Jakarta - Hampir di setiap tempat wisata urban, wisatawan bisa menjumpai lift. Ini dia sejarah perkembangan lift dari zaman ke zaman.

Melansir CNN Style, Selasa (19/2/2019), lift penumpang pertama dipasang pada tahun 1857. Lokasinya ada di gedung Haughwout Department Store di New York, Amerika Serikat.

Setelah tiga tahun penggunaan lalu ditutup karena pelanggan menolak untuk menggunakannya. Didukung oleh mesin uap di ruang bawah tanah dari gedung berlantai lima, lift itu hanya melaju 12 meter per menit.

Pada saat itu, lift lebih merupakan daya tarik wisata daripada alat transportasi. Kota-kota dunia belum memiliki gedung tinggi dan lantai bawah tanah adalah yang paling diinginkan karena tidak mengharuskan naik banyak tangga.

Dulu semakin tinggi lantainya, semakin rendah harga sewanya. Tetapi keberadaan lift mengubah itu semua dan mengantar pada era gedung pencakar langit yang mengubah lanskap arsitektur kota modern.

(CNN Style)(CNN Style)
Sejarah perkembangan lift di tahun 1850-an, lift bukanlah barang baru, perangkat pengangkat mekanis sudah ada sejak awal 1800-an. Tetapi transisi dari pengangkutan barang terjadi pada akhir 1850-an, jelas Lee Gray, seorang profesor sejarah arsitektur di UNC Charlotte.

Lift adalah transformasi teknologi. Di awal-awal, pengangkut barang itu tidak memiliki mesin dan ada di ruang terbuka yang tentunya sangat berbahaya.

Lalu muncullah fokus keselamatan oleh industrialis Elisha Otis yang memasang lift penumpang pertama di New York. Ia mengadakan demonstrasi publik di pameran dunia 1854 di New York di mana sudah diangkat tinggi kemudian memotong kabelnya dengan kapak.

"Semua aman," katanya ketika alat pengamannya menghentikan lift yang jatuh. Itu adalah sistem yang cerdas, karena jika tali putus, ratchet atau roda bergerigi sebagai pengunci akan terbuka dan menghentikan juga menangkap lift itu.

(CNN Style)(CNN Style)
Acara ini sering digembar-gemborkan sebagai titik balik dalam sejarah lift. Relevansinya adalah Perusahaan Elevator Otis menjadi produsen lift terbesar sampai saat ini.

Paten pertama untuk lift diajukan pada 1859 oleh Otis Tufts yang memulai pemasangan lift pada tahun yang sama di dalam Fifth Avenue Hotel New York. Ada bangku di dalamnya, di mana orang dapat duduk.

Lalu di sisi lain, lift Elisha Otis tidak memiliki apa-apa selain platform dan dipatenkan pada tahun 1861. Namun yang terpenting adalah rem keselamatannya dan menjadi standar kemudian hari dalam sejarah perkembangan lift.

Lift pertama tidak laku karena harganya mahal. Tetapi beberapa di antaranya sukses sebagai barang mewah di hotel-hotel di New York, London dan Paris.

Lift-lift itu dirancang dengan indah dengan kursi berlapis kain dan cermin di dindingnya. Kadang-kadang ada sebuah lampu gantung kecil di tengahnya dan sering disebut omnibus, meminjam kata-kata dari sistem transportasi lain.

(CNN Style)(CNN Style)
Semua lift masa itu didukung oleh mesin uap dan masih lambat. Operator lift akan menutup pintu dan kemudian lift akan naik dengan sangat lambat.

Lift di masa itu bukan tentang kecepatan. Itu tentang teknologi baru yang luar biasa dan pengalaman mewah yang memungkinkan para tamu menghindar tangga menuju kamarnya.

Lalu, kecepatan menjadi pendorong evolusi lift, seiring dengan peralihan hotel menjadi contoh gedung perkantoran yang dimulai pada tahun 1870-an. Equitable Life Building setinggi 39 meter di pusat Kota Manhattan, selesai pada tahun 1870 adalah gedung perkantoran pertama yang memiliki lift dari tahapan desain.

Lift dibangun oleh Perusahaan Elevator Otis. Sistemnya didasarkan pada hidrolik karena bisa berjalan lebih cepat dan mudah dirawat.

Home Insurance Building dianggap sebagai gedung pencakar langit pertama karena kerangka baja dibuka di Chicago pada tahun 1885. Gedung ini memiliki empat lift untuk bagi 10 lantai dengan poros lift menjadi inti dari desain arsitekturnya.

(CNN Style)(CNN Style)
Saat ini, lift tercepat di dunia dipasang di Menara Shanghai , gedung tertinggi kedua di dunia. Lift itu dapat melaju dengan kecepatan 20 meter per detik (atau 46 mil per jam) dan berjalan terus menerus melalui 578 meter dari total 631 meter tinggi gedungnya.

Bangunan yang lebih tinggi membuat rekayasa lift lebih rumit. Masalah pertama adalah sebagian besar bangunan perlu dijadikan untuk poros dan ada juga batasan tinggi yang bisa dicapai lift.

Bangunan tertinggi di dunia, Burj Khalifa di Dubai, hanya memiliki 57 elevator (lebih sedikit dari Empire State Building sebanyak 16 yang memiliki tinggi hanya setengahnya). Perancang lift untuk gedung pencakar langit tertinggi berikutnya di dunia, Menara Kerajaan di Jeddah, Arab Saudi, Kone menginginkan poros pemecah rekor dengan ketinggian penuh menara itu.

Diproyeksikan satu kilometer, jenis kabelnya adalah yang terbaru, terbuat dari serat karbon. Hal itu dikarenakan baja konvensional akan terlalu berat dan bisa macet.

Lift adalah salah satu bentuk transportasi yang paling aman dan lebih aman daripada eskalator dan bahkan tangga. Bahkan banyak lift dengan fitur unik yang menjadi destinasi untuk wisatawan. Namun lift masih dapat menyebabkan kecelakaan fatal juga mengerikan.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS dan Komisi Keamanan Produk Konsumen memperkirakan bahwa lift melukai 17.000 orang dan membunuh 27 orang per tahun di AS dengan setengah dari kematian itu terkait pekerja yang melakukan instalasi atau perbaikan. (rdy/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED