Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 25 Apr 2019 16:10 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Pohon Kambing Maroko yang Ikonik, Ternyata Bohongan?

Bona
detikTravel
Foto: (ambarella/Instagram)
Rabat - Ada yang ikonik di Maroko, namanya pohon kambing. Tapi ternyata, fenomena rumornya hanya tipuan untuk menarik wisatawan.

Diintip detikcom dari berbagai sumber, Kamis (25/4/2019) fenomena pohon kambing sebenarnya hal yang biasa. Maroko punya pohon argan yang menghasilkan buah manis untuk dimakan oleh kambing.

Sesekali, kambing akan naik ke pohon untuk makan buah argan. Hal ini menjadi menarik dimata wisatawan, bahkan ikonik.

Akhirnya banyak wisatawan yang berburu foto dengan kambing di pohon argan. Melihat ini sebagai peluang bisnis, para peternak di Maroko pun mengambil kesempatan ini, seperti yang diselidiki oleh fotografer Aaron Gekoski.

Para peternak akan membawa kambing-kambinng muda untuk diletakkan di pohon argan. Satu-satu di setiap cabang, pohon argan tampak sangat menarik bagi wisatawan.

Peternak akan menunggu di bawah pohon dan membujuk wisatawan untuk berfoto dengan pohon kambing. Setelah itu, wisatawan akan diminta untuk membayar atraksi wisata tersebut.

Semakin banyak turis yang datang, peternak Maroko pun semakin kecanduan. Batang pohon argan diikat sehingga menjadi pijakan bagi kambing.

Kambing-kambing akan mulai diletakkan dari pagi sampai sore. Kadang para peternak akan membuat shift untuk menukar kambing yang kelelahan dengan yang baru.

Itu pun kalau sudah jatuh, baru diganti kambing yang baru. Kalau sial, kambing ini harus berdiri seharian di batang argan. Kasihan ya...

BACA JUGA: Foto-foto Pohon Kambing di Maroko

Hasilnya, banyak kambing yang stress dan kurus. Belum lagi diperparah dengan banyaknya wisatawan yang hilir mudik.

Kambing-kambing ini tidak mencari makan karena harus berdiri seharian di atas pohon. Sekali lagi, hanya untuk menarik wisatawan yang datang ke Rabat.

Belum lagi, ada kerugian yang dihasilkan karena meletakkan kambing di pohon argan. Kuku-kuku kambing yang berdiri seharian juga dinilai merusak cabang pohon argan.

Mengetahui hal ini, banyak aktivis yang mulai buka suara. Atraksi wisata ini dinilai kejam dan mengeksploitasi hewan. Bagaimana menurutmu, traveler?

(bnl/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA