Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 24 Sep 2019 20:15 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Kisah di Balik Spot Wisata Instagramable, Dari Paris ke Hongkong

Elmy Tasya Khairally
detikTravel
1

Santorini, Pura Lempuyang, dan Danau Delta

Halaman 2 dari 3

Santorini, Yunani. (Foto: Dok. SHansche/iStock)

3. Santorini, Yunani

Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Yunani hampir mencapai dua kali lipat sejak Instagram diluncurkan pada 2010. Sebuah pulau kuno di Santorini, terkenal dengan keindahan sunsetnya. Selain itu, ada rumah-rumah kapur di tebing yang dramatis dan air laut warna biru langit yang berkilauan yang menjadi spot wisatawan.

Namun, penduduk setempat mengelukkan pengunjung yang terlalu ramai. Pada Bulan Juni, Wakil walikota Loukas Bellonias menyalahkan media sosial yang mengubah pulau dari yang hanya untuk perjalanan destinasi menjadi tempat yang popular di dunia, sehingga tempat ini semakin padat akan pengunjung.

4. Pura Lempuyang, Bali.

Salah satu wisata di Indonesia yang menjadi destinasi favorit turis mancanegara ini terletak di Karangasem, Bali. Pura yang terkenal ini menjadi spot foto bagi wisatawan yang hadir.

Banyak wisatawan yang ingin berpose di pura seperti foto viral yang menunjukkan adanya pantulan air seperti cermin di bawah pura, yang menjadikan tempat ini sangat cantik. Tetapi pengunjung yang datang tidak menemukan adanya danau atau air yang menggenang.

Mereka kecewa karena berekspektasi ada genangan air yang memantulkan bayangan pengunjung saat berfoto di depan pura. Nyatanya foto yang sempat viral itu hanyalah editan semata.

Kisah di Balik Spot Wisata Instagramable, Dari Paris ke HongkongFoto: Official_fsbf

5. Danau Delta, Wyoming, Amerika Serikat

Beberapa waktu lalu, Badan Perjalanan dan Pariwisata, Jackson Hile membuat pernyataan mendesak bagi pengunjung. Dia mengimbau pengunjung berhenti memberi geotagging gambar di media sosial demi menjaga hutan negara dan danau terpencil itu tetap asri.

Badan pariwisata setempat mengatakan bahwa tempat ini dibanjiri pengunjung yang ingin mendapatkan foto dengan paronama cantik yang viral di instagram, berkat influenser media sosial. Karenanya, banyak sampah-sampah yang berserakan serta banyak pula bunga-bunga yang terinjak dan rusak akibat ulah pengunjung yang datang.

Akhirnya, badan perjalanan dan pariwisata membuat kampanye dengan poster-poster. Salah satu posternya tertulis, "Berapa banyak like untuk tanaman mati bernilai?".

(krs/krs)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA