Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 04 Feb 2020 08:10 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Yanomami, Orang Pedalaman dengan Tradisi Halusinasi

Bonauli
detikTravel
Suku Yanomami
Suku Yanomami memiliki tradisi berhalusinasi. (Claudia Andujar/BBC)
Roraima -

Sebuah suku bernama Yanomami, berada di tengah hutan terpencil Brasil. Suku ini bersifat nomaden di sepanjang Sungai Orinoco.

Brasil memiliki suku pedalaman terbesar, Yanomami. Mereka tinggal di lembah Sungai Orinoco di selatan Venezuale. Karena bersifat nomaden, suku Yanomami juga menyebar hingga ke utara Brasil, Roraima.

Penampilan suku ini cukup mencolok. Mereka kebanyakan tidak memakai baju. Kalau pun berbaju, biasanya hanya lelaki dan berupa celana.

Orang-orang Yanomami akan menindik wajah mereka dengan kayu sejak dari kecil. Hiasan kepala dari bunga dan cat berwarna merah tua dicoretkan di sekujur tubuh mereka.

Melihat Suku Nomaden di Tengah Hutan Terpencil AmazonFoto: (Claudia Andujar/BBC)

Suku ini tinggal berkelompok dan hidup dari alam. Mereka bertani dengan menebang dalam skala kecil hingga besar. Meski demikian semuanya bersifat semi permanen.

Seperti halnya suku pedalaman, Yanomami akan bermigrasi dengan keadaan tertentu. Biasanya mereka pindah karena ada wabah penyakit atau pemimpin penting yang meninggal.

Diintip detikTravel dari BBC, Senin (3/2/2020) seorang fotografer Claudia Andujar, berhasil mengabadikan kehidupan dari orang-orang Yanomami dengan menggunakan teknik infrared.

Suku ini membangun rumahnya dari kayu dan dedaunan kering. Yanomami tinggal bersama di satu rumah yang disebut dengan Malocas.

Malocas berbentuk melingkar dengan lapangan di tengah rumah. Rumah ini bisa dihuni sampai 400 orang. Mereka tidur dengan menggunakan daun kering sebagai hammock.

Melihat Suku Nomaden di Tengah Hutan Terpencil AmazonFoto: (Claudia Andujar/BBC)

Jika bermigrasi, mereka akan meninggalkan jejak dengan membakar Malocas. Itu agar wabah penyakit atau kutukan yang datang kepada mereka ikut terbakar dan menghilang.

Hal ini juga berlaku dengan anggota keluarga yang meninggal. Mereka akan dibakar dengan menggunakan kayu dan dedaunan.

Layaknya suku di pedalaman, Yanomami memiliki dukun yang berperan penting dalam tiap aspek kehidupan mereka. Dalam beberapa ritual, mereka menggunakan yakoana. Yakoana adalah bubuk yang diekstrak dari pohon virola dan menyebabkan halusinasi.

Tradisi halusinasi ini digunakan untuk menyembuhkan penyakit hingga merayakan sesuatu. Yakoana digunakan dengan cara dihirup sehingga

Ada suatu hal unik yang diterapkan oleh kelompok ini. Berburu menjadi kemampuan bergengsi yang dimiliki oleh kaum pria. Namun seorang pemburu tidak pernah memakan daging buruannya.

Melihat Suku Nomaden di Tengah Hutan Terpencil AmazonFoto: (Claudia Andujar/BBC)

Ketika mereka pulang berburu, hewan buruan akan dibagikan ke keluarga dan teman. Sebagai gantinya, ia akan diberi daging buruan dari pemburu lain.

Kini jumlah suku ini berjumlah sekitar 38.000 jiwa. Kebanyakan dari mereka meninggal karena wabah penyakit yang datang dari penambang liar yang masuk ke tanah mereka.

Pemerintah Brasil bekerja sama dengan sejumlah lembaga non profit untuk menjaga suku ini sehingga mereka bisa tinggal di tanahnya. Karena seiring perkembangan zaman, banyak suku-suku pedalaman Brasil yang akhirnya punah.



Simak Video " Longsor di Brasil, 54 Orang Tewas dan 18 Orang Hilang"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA