Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 29 Feb 2020 21:49 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Kisah Piramida yang Hilang di Samoa

Elmy Tasya Khairally
detikTravel
Piramida yang Hilang
Pulemelei Mound (BBC)
Samoa -

Pulau Samoa di Samudra Pasifik menyimpan rahasia tentang piramida kuno yang telah lama hilang. Konon katanya, piramida ini menyimpan sejarah Samoa ratusan tahun lalu.

Seperti dilansir dari BBC, Kamis (27/2/2020) sebuah bangunan misterius tersembunyi jauh di dalam hutan Samoa yang lebat. Jalan yang ditemui di hutan ini hanyalah setapak, bagi orang awam mungkin merasa mustahil ada sebuah bangunan yang disebut para arkeolog sebagai rahasia terbaik Pasifik Selatan, Pulemelei Mound, gundukan yang berbentuk bintang.

Sekitar 80 gundukan bintang ini telah ditinggalkan selama sekitar 300 tahun. Sebelumnya, para ahli telah melakukan penggalian, namun hasilnya masih membingungkan. Namun sekarang, para arkeolog dan juga sejarawan berusaha mengungkap rahasia yang telah lama terpendam di hutan Samoa ini.

Foto: (BBC)

Tingginya mencapai 12 meter dengan alas 65 meter x 60 meter. Pulemelei Mound merupakan salah satu bangunan tertua dan terbesar di Polinesia. Tepatnya berada di pulau Samia Savai'i. Gundukan ini sering disebut piramida walaupun bagian atasnya datar.

Kemungkinan besar Pulemelei Mound dibangun secara bertahap mulai dari tahun 1000 M. Strukturnya memiliki 8 titik yang jika dilihat dari atas menyerupai bintang. Bentuknya hampir berorientasi pada titik-titik kompas, yang dikelilingi berbagai gundukan kecil.

Foto: (BBC)

Beberapa penduduk setempat dan para ahli mempercayai bahwa, dahulu piramida ini digunakan untuk kompetisi burung merpati, acara keagamaan atau pertemuan, juga sebagai monumen pemakaman. Namun tidak ada yang mampu menunjukkan kebenarannya. Sekarang, dengan menggunakan pemetaan laser baru di daerah sekitar Pulemelei Mound, menghasilkan petunjuk penting bagi arkeolog.

Jaringan reruntuhan yang luas ditemukan di bawah area ini dalam penggalian pada tahun 2002-2004. Para ahli percaya, ini adalah bukti dari seluruh pemukiman pra-kolonial yang berkembang, sebelum penemuan Eropa tahun 1722.

Mereka juga mengatakan bahwa penemuan baru ini membuktikan bahwa populasi Samoa sebelum kolonialisme jauh lebih besar dari pada yang diperkirakan sebelumnya. Ternyata, tingkat kematian penduduk Samoa setelah kolonialisme mencapai 80 sampai 90% di beberapa daerah. Peningkatan ini mencapai 20 hingga 50% sebelum penelitian dilakukan.



Simak Video "Tak Ada Lagi Keceriaan di Ragunan dan TMII Saat Lebaran"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/ddn)
BERITA TERKAIT