Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 12 Mar 2020 06:17 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Wanita-Wanita 'Pengemis Emas' di Pemukiman Tertinggi di Dunia

Syanti Mustika
detikTravel
pemulung emas di peru
Foto: (Reuters/Nacho Doce)
La Rinconada -

Ini cerita wanita yang mampu bertahan hidup di pemukiman tertinggi di dunia. Dia dan penambang lainnya menjalani hari-hari seadanya demi emas.

Namanya Eva Chura, wanita paruh baya yang hidup bersama anaknya di sebuah perkampungan kumuh, yang mereka sebut desa gubuk emas di La Rinconada.

La Rinconada merupakan kota di Peru yang dekat dengan pertambangan emas. Lokasinya yang berada di 5.100 mdpl menjadikan desa itu sebagai pemukiman tertinggi di dunia. Makanya, orang-orang di kota itu sangat bergantung pada emas.

Wanita 'Pengemis Emas' di Pemukiman Tertinggi di DuniaFoto: (Reuters/Nacho Doce)

Chura datang 12 tahun yang lalu dari Chura, sebuah wilayah di Kota Puno, Peru. Dia hidup bersama lima anaknya dan tinggal di gubuk seng seadanya.

Kita cerita dulu tentang keluarga Chura yang rela hidup seadanya di La Rinconada. Lima dari delapan anaknya hidup bersamanya di rumah seng. Yang tertua, Natalie sudah berumur 13. Dan, si bungsu Alizon masih dalam masa menyusui, dan sering dia gendong saat mencari emas.

Datang ke La Rinconada, Chura bersama pendatang lainnya memenuhi kehidupan mereka dengan menjadi 'pallaqueras' atau kasarnya disebut pemulung emas. Dia dan wanita lainnya meringkuk-ringkuk mengais bebatuan demi mendapatkan emas.

Wanita 'Pengemis Emas' di Pemukiman Tertinggi di DuniaFoto: (Reuters/Nacho Doce)

Dibutuhkan sekitar 1 jam untuk Chura menuju lokasi dimana para pekerja wanita mengais rezeki. Sebelum bekerja mereka akan mengunyah daun koka dan menyalakan dua batang rokok yang katanya untuk leluhur di sana.

Kemudian mereka minum sedikit adas manis untuk keberuntungan. Maklum, mereka butuh keberuntungan untuk bisa menemukan emas yang semakin tipis.

Perlu kamu ketahui, para pria di La Rinconada melarang para perempuan menggali emas di tambang sampai masuk ke tanah. Karena mereka percaya roh perempuan bernama La Bella Durmiente atau The Sleeping Beauty yang berada di tambang akan cemburu dan marah bila ada wanita yang mencuri kekayaannya.

Karena itulah para wanita hanya bisa mengais di tumpukan-tumpukan batu yang dibuang oleh penambang pria. Mereka mendaki, membolak-balik batu, mengamati butiran-butiran emas yang tersisa di bebatuan sisa.

Wanita 'Pengemis Emas' di Pemukiman Tertinggi di DuniaFoto: (Reuters/Nacho Doce)

Jika mereka beruntung, mereka bisa langsung mengantonginya dan menjualnya ke pedagang gelap yang kiosnya berjejer di jalan utama La Rinconada. Biasanya dalam seminggu para wanita bisa mengumpulkan 1-2 gram dan dijual dengan harga yang bervariasi.

Jumlahnya sangat sedikit bukan? Namun itulah yang harus di hadapi ribuan wanita di La Rinconad. Mungkin ada sekitar 15.000 'pallaqueras' di Peru yang bertahan hidup dengan cara ini.

Tak ada orang yang mengumpulkan sampah di La Rinconada. Pria dan wanita sibuk mengumpulkan emas, mempertaruhkan hidup mereka dalam kemelaratan di udar dingin pegunungan. Namun seperti yang dibilang Chara "Hidup memang sulit, namun lebih baik memilih emas".

Jadi, bisa kamu bayangkan, orang di sana hidup dengan pemukiman seadanya dengan sampah dan kotoran yang menumpuk. Mereka harus mencuci di udara dingin, dengan air gunung. Namun bagi Chara tidak masalah, dia selalu semangat demi anak-anaknya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Diprotes Besar-besaran, Presiden Peru Mengundurkan Diri"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA