Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 14 Jun 2020 07:50 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Mengenal Sanreizan, Tiga Gunung Suci di Jepang

Putu Intan
detikTravel
Pemandangan pegunungan bersalju di Tateyama Kurobe Alpine, Jepang
Gunung Tate atau Tateyama di Jepang. (Foto: Shela Mandrasari/d'Traveler)
Jakarta -

Selain Gunung Fuji, Jepang memiliki gunung-gunung lainnya yang dianggap suci. Ketiga gunung suci di Jepang yaitu Gunung Fuji, Gunung Tate, dan Gunung Haku disebut sebagai Sanreizan.

Sanzeiran diartikan sebagai tempat pemujaan yang sakral bagi orang-orang yang menyembah gunung. Dikutip dari Japan Info, ketiga gunung ini dipercaya memiliki kekuatan spiritual yang mengalir melalui gunung itu sendiri dan sungai-sungai di sana, mulai dari puncak sampai kaki gunung. Oleh sebab itu ketiga gunung ini memberikan kehidupan bagi daratan.

Dikumpulkan dari berbagai sumber, inilah profil Sanzeiran itu.

1. Gunung Fuji

gunungGunung Fuji, Jepang. Foto: (Kurnia/detikTravel)

Gunung Fuji merupakan gunung vulkanik tertinggi di Jepang. Tingginya mencapai 3.776 meter di atas permukaan laut.

Bisa dibilang, Gunung Fuji amat populer untuk wisatawan karena gunung ini kerap dijadikan objek lukisan, bahkan dijadikan latar halaman paspor Jepang. Kepopuleran Gunung Fuji ini bukan tanpa alasan. Gunung ini memiliki bentuk simetris dengan puncaknya yang diselimuti salju.

Gunung yang terletak di Prefektur Shizuoka dan Yamanashi ini juga dinobatkan sebagai situs warisan dunia UNESCO. Selain indah, Gunung Fuji dianggap sakral sehingga kerap dijadikan sarana ziarah bagi masyarakat Jepang.

Untuk mencapai puncaknya, terdapat 4 jalur pendakian dimana yang terpopuler adalah pendakian semalam untuk mengejar matahari terbenam. Musim pendakian gunung ini adalah pada Juli sampai September. Namun karena pandemi COVID-19, gunung ini ditutup untuk sementara.

2. Gunung Tate

Gunung Tate JepangGunung Tate, Jepang. (Foto: Saigen Jiro/Wikimedia Commons)

Gunung Tate atau Tateyama dikenal memiliki kekuatan jiwa kematian. Gunung setinggi 3.015 meter di atas permukaan laut ini terkenal akan pemandian air panas atau onsennya yang terletak di Murododaira, dataran lava yang dibentuk kawah Tateyama. Nah, Murodo adalah tempat meditasi dan berdoa yang dibangun sejak zaman Edo untuk pemujaan pada gunung.

Area Murododaira merupakan titik tertinggi di Gunung Tate yang rama dikunjungi pada musim gugur dan awal musim semi. Murododaira tidak dapat dikunjungi pada musim dingin.

Gunung Tate yang terletak di Prefektur Toyama juga kerap disebut sebagai Mikurigaike yaitu kolam yang airnya dipercaya menjadi air suci untuk memasak makanan dewa gunung. Pada bulan Juni, air di Mikuriaike akan berubah warna menjadi biru kobalt. Di sekitarnya, traveler dapat melihat burung Raicho.

Jika melancong ke Gunung Tate, traveler juga dapat berkunjung ke Jigokudani atau Lembah Neraka. Disebut sebagai Jigokudani atau Lembah Neraka karena terdapat awan panas dari gunung berapi dan bau belerang yang kuat.

Di puncak Jigokudani, terdapat Kuil Oyama yang dijadikan tempat berdoa dan minum sake bagi pendaki. Untuk mencapai puncaknya bukanlah pekerjaan mudah. Saking sulitnya, proses pendakian ini disebut sebagai simulasi berada di Neraka.

Destinasi menarik lainnya di Gunung Tate adalah Kolam Darah yang airnya berwarna merah. Air ini mengandung zat besi oksida yang tinggi.


3. Gunung Haku

Gunung Haku JepangGunung Haku, Jepang. (Foto: Alpsdake/Wikimedia Commons)

Gunung ketiga adalah Gunung Haku yang terletak di Prefektur Gifu, Fukui, dan Ishikawa. Gunung ini memiliki tinggi 2.702 meter di atas permukaan laut dan terakhir kali meletus pada tahun 1659.

Gunung ini terkenal dengan warnanya yang putih karena tertutup salju. Karena kondisi tersebut, gunung ini dijadikan sebagai tempat ski dan snowboard bagi wisatawan.

Biasanya gunung ini ramai didaki saat liburan musim panas pada bulan Juli sampai dengan Agustus. Namun jika wisatawan ingin menikmati pemandangan daun berguguran dapat datang di bulan Oktober sampai dengan November.

Gunung Haku dianggap sakral karena pertama kali didaki oleh pengikut Shinto Taicho pada tahun 717 yang kemudian mengundang banyak pemuja untuk datang ke sana. Puncak gunung yang sakral disebut Shiraakawago juga ditetapkan sebagai situs warisan dunia UNESCO.

Jalur pendakian yang terkenal adalah Hakusan Super Rindo yang panjangnya mencapai 33,3 kilometer. Jauhnya jarak pendakian akan terbayar dengan lingkungan di sekitar Gunung Haku ini kaya akan flora dan fauna yang kondisinya masih terjaga, salah satunya elang emas atau ishikawa. Selain itu ada juga air terjun dan sejumlah onsen di sana.



Simak Video "Menikmati Pemandangan Gunung dengan Bersepeda, Probolinggo"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA